buy levitra online

Category Archives: Kategori

Kedatangan “Buyung & Upik” Ke Kampus UB

“ Kampusnya eksklusif, nyaman dan bergaya internasional ,”  ujar Abi salah satu siswa SMAN 1 Padang.

Jakarta – Universitas Bakrie menjadi salah satu pilihan favorit dari sekian banyak universitas di Indonesia. Hal itu bisa terlihat dari program studi banding yang diadakan oleh SMAN 1 Padang, yang  tahun ini memilih Universitas Bakrie menjadi pilihan studi banding untuk para siswa dan siswi kelas 11 jurusan IPS pada tanggal 16 April 2012.

Studi banding ini diikuti oleh 20 siswa-siswi jurusan IPS dan juga tiga guru pendamping. Perwakilan mahasiswa yang ikut serta mendampingi para siswa-siswi adalah Lucky Bagus Setyo jurusan Management angkatan 2009 dan Rahayu Iswara jurusan Akuntansi angkatan 2009 serta beberapa staff dari bagian admisi.

Menurut Ari salah satu siswa yang mengikuti program studi banding tersebut mereka memilih Universitas Bakrie karena sesuai dengan cita-cita mereka kedepan dan juga karena alumni SMA 1 Padang sering menceritakan Universitas Bakrie kepada mereka. “Awalnya kita lihat dari luar cukup panas tapi ketika sudah di dalam kampusnya keren, mahasiswanya juga friendly,” lanjutnya . Pernyataan tersebut juga disambut antusias oleh Abi, “kampusnya eksklusif, nyaman dan bergaya internasional .”

Tujuan program studi banding ini untuk membuka wawasan dan memberikan motivasi kepada siswa-siswi kelas 11. Selain itu berdasarkan maping yang mereka lakukan, Universitas Bakrie sangat cocok menjadi salah satu tujuan program ini karena Universitas Bakrie dinilai sesuai dengan cita-cita dan keinginan yang para siswa/siswi SMAN 1 Padang, tutur Bapak Dadang,  salah satu guru pendamping.

Universitas Bakrie menjadi salah satu pilihan kampus yang akan dikunjungi oleh para siswa/siswi dari SMAN 1 Padang selain Universitas Indonesia. Diharapkan dengan banyaknya sekolah-sekolah yang mengadakan program seperti ini mampu mendorong keinginan para calon mahasiswa ini untuk lebih mudah dalam menentukan pilihan universitas yang sesuai dengan cita-cita mereka kedepannya.

(Tia)

Sadar Pangan Lewat “Food Film for Future”

Bapak Tejo Wahyu Jatmiko sedang menyampaikan materi (Doc. RITMA.news)

JAKARTA, RITMA.news – Tujuannya sangat mulia, yaitu untuk membuka mata kita terhadap masalah besar yang kita anggap sepele, sesuatu yang kita kenal dengan nama pangan. Untuk itulah roadshow “Food Film for Future diadakan, dan tepat pada tanggal 21 Maret 2012 giliran Universitas Bakrie yang kedatangan roadshow ini.

Kegiatan Roadshow FFF (Food Film for the Future) akhirnya sampai ke Universitas Bakrie dan berlangsung pada tanggal 21 Maret 2012 di ruang 9. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Departemen Pendidikan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Bakrie  dan Aliansi Desa Sejahtera. “Mengajak orang untuk mengingat kondisi pangan dan memahami pengaruh tindakan kita terhadap kondisi pangan,” ungkap bapak  Tejo Wahyu Jatmiko selaku koordinator Aliansi Desa Sejahtera, ketika menjelaskan tujuan diadakannya roadshow ini.

Aksi ini dilakukan sebagai respon dari kondisi pangan yang semakin memburuk. Ironisnya hal ini jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Oleh karena itu, Departemen Pendidikan BEM UB mengadakan kegiatan ini sebagai wujud nyata dari program Awareness Event yang memang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran kita, akan masalah-masalah kecil yang tidak kita sadari. Sesuai dengan namanya, Kegiatan ini berisi pengkomunikasian isu-isu pangan yang ditunjukkan lewat 4 buah film dan dilanjutkan dengan bedah film serta diskusi isu-isu pangan.

Empat buah film yang ditampilkan adalah Nelayan Bagan, Pabrik Dodol, Food and You dan Bisa Dewek. Nelayan Bagan adalah film dokumenter yang mengisahkan Bapak Sabari yang telah bertahun-tahun menjadi nelayan dan merasakan terjadinya perubahan dalam hasil tangkapan ikannya yang semakin menurun yang diakibatkan oleh penangkap-penangkap ikan yang tidak bertanggungjawab yang menggunakan cara yang kotor untuk mendapatkan ikan. Film berikutnya adalah Pabrik Dodol yang menampilkan perbedaan proses pembuatan dodol secara tradisional dan modern, dimana cara tradisional memerlukan biaya produksi yang lebih mahal namun tetap kalah bersaing bahkan terancam mati usahanya oleh keberadaan pabrik dodol modern. Film ketiga adalah Food and You yang merupakan film animasi yang mengisahkan tentang sistem produksi pangan yang salah yang diakibatkan pola makan kita sendiri yang mengancam terjadinya kelangkaan makanan di masa depan dan hal ini harus diubah oleh kita sendiri. Film yang terakhir adalah Bisa Dewek yang mengisahkan para petani dari kecamatan Kroya, Indramayu yang berjuang untuk meningkatkan hasil produksi mereka melalui pembuatan varietas padi yang baru, supaya mereka tidak perlu bergantung pada benih yang diberikan pemerintah yang mahal yang ironisnya dipersulit oleh pemerintah sendiri.

Acara FFF ini berlangsung dengan sangat menarik. “Membuka mindset kita tentang kondisi pangan yang sedang terjadi” kata Dimas Haryo, salah seorang mahasiswa jurusan Management 2009 UB yang menghadiri acara ini. Roadshow yang berlangsung dari tanggal 17 Maret sampai 24 Maret 2012 ini juga diadakan di IPB, UIN, dan toko-toko di Bandung. Tidak hanya roadshow, pada hari Jumat sampai hari Minggu akan diadakan Festival Desa di Bumi Perkemahan Ragunan.

(Abram)

Kuliah Di Luar Negeri? Uang Bukan Halangan!

Mahasiswa/i UB sedang berkonsultasi di salah satu stand Scholarships Day (RITMA.news)

Jakarta, RITMA.news – Universitas Bakrie kembali menghadirkan program yang sangat bermanfaat bagi mahasiswanya. Kali ini UB menggelar Scholarship Day yang berlangsung pada  hari Selasa, 20 Maret 2012. Acara yang berlangsung di Ruang 1 Universitas Bakrie ini merupakan kerjasama dengan beberapa institusi diantaranya, English First (EF) Kuningan, Institute Francais, Indonesia International Education Foundation  dan beberapa institusi lainnya.

 

Terdapat tujuh sesi terpisah dari masing-masing instansi yang ambil bagian. Dibuka pada sekitar pukul 08.30 WIB, acara pertama diisi oleh materi dari English First (EF) Kuningan. Kemudian, materi mengenai kuliah di Perancis diberikan oleh Institute Francais. Sesi ketiga diisi oleh materi dari Indonesia International Foundation (IIEF), lalu disusul berturut-turut oleh Nuffic NESO, AMINEF, London of School Commerce dan ada juga pembekalan dari Bakrie Center Foundation (BCF).

Tujuan dari acara ini sendiri adalah untuk memberi informasi kepada mahasiswa yang berniat untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Acara ini juga diharapkan bisa memberikan wawasan bahwa belajar di luar negeri tidak perlu terhalang oleh biaya, karena terdapat banyak beasiswa yang bisa didapatkan oleh mahasiswa yang berminat.

Berbagai tanggapan dari mahasiswa UB yang hadir di acara ini. Salah satunya komentar Aprilia Mega yang menghadiri seminar oleh Nuffic NESO dan juga pembekalan dari BCF. “Great! Keren banget tambah ilmu aja. Ternyata kuliah di luar itu cukup menantang” ujarnya. Walaupun dirinya masih berada di semester dua saat ini, menurutnya informasi-informasi mengenai beasiswa semacam ini perlu ada sejak dini guna mempersiapkan diri lebih baik.

Berbeda dengan April, Ariadne Megumi dari jurusan Ilmu Komunikasi 2011 mengungkapkan sedikit kurang puas dengan acara ini karena tempat yang disediakan terbatas untuk sesi seminar maupun stand yang ada di luar ruangan seminar. Begitu juga instansi yang ambil bagian dalam acara ini. Menurutnya, info yang didapatkan dari instansi yang ikut dalam acara tersebut belum bisa memberikan penjelasan mendalam mengenai beasiswa luar negeri terutama informasi teknis seperti cara mendapatkan beasiswa dan juga cara-cara mendaftar.

Secara keseluruhan, acara ini sendiri disambut dengan cukup antusias oleh mahasiswa UB. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang ikut dalam setiap sesi seminar maupun yang menanyakan informasi langsung ke stand-stand yang ada di luar ruang seminar.

(Azza)

PLASMA UB: Futsal Semakin Memanas

Pertandingan Staff vs Komunal10 (Silhouette/v)

 

Jakarta — Planet Futsal semakin meriah di minggu kedua rangkaian acara PLASMA UB. Tim dari perwakilan dari masing-masing prodi kembali mempertahankan keeksistensian mereka dalam babak kualifikasi futsal. Berikut adalah hasil dari pertandingan futsal minggu ini.

 

 

Sabtu, 17 Maret 2012

Ilkom 2011 B vs SI 2011                  : 5-0

TI 2011 vs Ilpol 2011                         : 1-2

SI TI 2010 vs Ilkom 2011 A             : 0-5

Tekdus 2011 A vs Akun 2011        : 0-1

 

Minggu, 18 Maret 2012

Mene 2011 A vs Ilkom 2010         :  5-0

Tekdus 2011 B vs SI TI 2010          :  2-2

2007 A vs TI 2011                              : 7-1

Akun 2010 vs Tekdus 2011 A        : WO Tekdus

Ilkom 2011 A vs Tekdus 2011 B   : 2-0

Staff vs Ilkom 2010                            : 4-4

Akun 2008 B vs Mene 2008 B      :  0-3

Ilpol 2011 vs 2007 A                         :`1-4

 

Dari hasil pertandingan diatas, maka ada 8 tim yang akan lolos ke perempat final, yakni Ilkom 11 B, 2007, Ilkom 11 A, Mene 08, Mene 10, Akun 11, Ilkom 10, dan Mene 08 B. Pengundian tim akan dilakukan tanggal 21 Maret 2012 jam 16.00 di Student Center. Bagi tim yang lolos, selamat bertanding!

 

(Addil/Via)