buy levitra online

Monthly Archives: November 2011

UB Award? Apaan tuh?

Kampus Bakrie kini telah berganti musim, musim Ujian Tengah Semester meninggalkan kekecewaan bagi yang nilainya jelek dan pastinya kebahagiaan bagi yang berusaha dan beruntung mendapat nilai yang diharapkan. Isi otak pun telah dikuras habis,  dan perkuliahan pun langsung mulai seperti biasa tanpa basa-basi.

Nah, ada fenomena yang menarik nih usai kuliah. Beberapa kelas diminta mengisi blind vote buat UB Award katanya. Apa itu UB Award? Pertanyaan ini pastinya muncul dari kebanyakan mahasiswa yang kurang update sama berita mengenai event-event kampus. Eitsssss, mumpung masih banyak yang belum dapat blind vote, lebih baik kita pahami dulu apa itu UB Award supaya bisa prepare dulu sebelum memilih. Berikut hasil penelusuran rubrik hai kampus kepada beberapa mahasiswa Universitas Bakrie..

6 Tips Usai Musim UTS..

Akhirnya musim Ujian Tengah Semester(UTS) selesai…

dan  hasilnya kurang memuaskan?

Stress sih pastinya, daripada galau mikirin hasil ujian coba 6 tips berikut :

1. Tenangkan diri sendiri

Nilai jelek? Coba tenangkan dirimu dulu biar toh itu tidak akan merubah nilai kamu menjadi lebih baik. Manfaatkan tenaga “kekesalan”mu itu untuk berjuang dalam sisa perkuliahan hingga UAS.

2. Buat daftar nilai

Buat daftar nilai-nilai hasil ujianmu, lebih baik kamu kelompokan nilai yang harus diperbaiki dengan yang tidak, hal ini bisa ngebantu kamu agar ingat memperbaiki nilai yang jelek tersebut.  Tulis di dalam buku agenda yang kamu gunakan atau bisa juga kamu tempel di kamar agar selalu ingat dengan nilai yang harus kamu perbaiki.

3. Minta tambahan tugas bila mungkin..

Usahakan untuk meminta tambahan tugas kepada dosen. Kebanyakan dosen pun akan memberikan tambahan tugas kepada mahasiswa yang nilainya kurang jadi jangan malu untuk minta tambahan tugas ya guys.

4. Ubah gaya belajar

Salah satu faktor yang membuat nilai kamu jelek mungkin gaya belajar kamu yang tidak cocok yuk mulai rubah gaya belajar kamu dari sekarang biar gak menyesal nantinya perbanyak catatan dan banyak-banyak mengulang materi yang telah dipelajari.

5. Belajar kelompok

Jika sendiri kamu tidak paham dalam menerima materi dari dosen kamu bisa membentuk kelompok belajar ajak teman-teman dekat kamu untuk belajar bersama atau bisa juga dengan meminta bantuan dengan senior karena mereka pun pernah ada di posisimu.

6. Tetap semangat

Semangat yang tak boleh di lupakan , kita harus tetap semangat belajar walaupun nilai kita jelek bahkan seharusnya nilai jelek tersebut bisa membuat kamu lebih semangat dalam belajar untuk memperbaiki nilai supaya tidak mengulang di semester depan.

Jangan pernah menyerah atas hasil yang tidak memuaskan sebaliknya jadikanlah hal tersebut motivasi bagi kita agar bisa lebih baik lagi dan mendapatkan nilai yang memuaskan. Tiga hal yang wajib diingat berdoa, berusaha yang terbaik dan syukuri apapun hasilnya.  Selamat berjuang hingga UAS..

(cp tia dan fe)

Membawa Mimpi dari Takisung

Sebagian dari kita mungkin masih asing dengan wilayah bernama Takisung. Takisung adalah sebuah desa kecil di Kecamatan Tanah Laut, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.  Tempat inilah yang membesarkan seorang Taufikkurahman. Mahasiswa program studi Ilmu Politik Universitas Bakrie asal Takisung ini datang dari Kalimantan Selatan untuk menuntut ilmu di Universitas Bakrie. Pemuda yang lahir di Takisung tanggal 25 Januari 1993 ini dikenal pendiam oleh teman-teman seprodinya, jarang berbicara merupakan image yang melekat pada dirinya. Namun dibalik itu semua banyak yang tak akan menyangka bahwa ia mempunyai kegigihan yang kuat untuk mencapai impiannya hingga datang di kampus Bakrie.

“Sebelumnya saya berniat  berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin yang bernama IAIN Banjarmasin (Institut Agama Islam Negeri) yang bertaraf nasional. Saya sudah lolos seleksi masuknya, namun tiba-tiba Universitas Bakrie berkunjung ke daerah saya serta memberikan kesempatan kami untuk menuntut ilmu di Universitas ini tentunya dengan beasiswa yang menggiurkan. Setelah tes diselenggarakan, saya melihat nama saya terdaftar dalam kelompok anak-anak yang diterima di Universitas Bakrie dengan beasiswa full. Waktu itu yang diterima dari daerah saya hanya dua orang, saya dari desa Takisung dan teman saya dari desa Plehari. Betapa beruntungnya saya mendapat kesempatan sebesar ini, menuntut ilmu di Universitas andalan di Ibu Kota,” tutur pemuda yang biasa disapa Taufik ini.

Setelah mengetahui dirinya mendapat beasiswa full di Universitas Bakrie, muncul satu hal yang menjadi pertanyaan di benaknya, biaya hidup di Jakarta. “Bagaimana dengan biaya kehidupan nanti.” Namun ia berjuang agar mimpinya tidak lepas begitu saja,  ia pun berinisiatif meminta bantuan dari PT. Arutmin. Dan akhirnya tunjangan satu juta rupiah per bulan pun berhasil ia dapatkan dari PT. Arutmin. “Namun tunjangan ini hanya berlangsung untuk tiga bulan,” tambahnya lagi.

Perjuangannya yang tak kenal putus asa untuk berkuliah di Jakarta berhasil mengantarkannya untuk memijakkan kakinya di bumi ibu kota. Taufik mengaku bahwa berkuliah di Jakarta sama sekali tidak pernah dibayangkan olehnya. Namun semangat inilah yang memacu dirinya untuk memberikan yang terbaik bagi dirinya selama berkuliah di Universitas Bakrie. “Tidak pernah terlontar di benak saya akan keberadaan saya di Jakarta. Untuk apa saya datang ke sini jika saya tidak menunjukkan kemampuan saya.  Saya jauh-jauh dari Takisung, datang ke Jakarta dengan rasa bangga dan menaruh banyak harapan.” Ujarnya bersemangat.

 Tuhan memang tidak banyak memilih orang-orang untuk mendapatkan kesempatan seperti ini. Ketika kita tidak mampu mengeluarkan materi yang kita miliki bukan berarti itu merupakan jalan buntu yang kita hadapi. Tuhan memiliki jalan lain. Dengan kemampuan yang Tuhan berikan, kita harus memanfaatkan kemampuan itu dengan maksimal untuk memanfaat sebuah kesempatan dan meraih harapan. Sosok Taufik tidak pernah membayangkan dirinya akan berada di Jakarta, Ya Jakarta yang biasa ia lihat di televisi.  Namun apa yang terjadi? Dirinya berada disini karena sebuah impian yang ia peroleh lewat Universitas Bakrie dengan kemampuan yang ia miliki dan keberanian mencoba perubahan besar.

 “Saya ingin menjadi pejabat yang mampu menangani masalah desa-desa kecil, termasuk desa saya. Saya ingin menjadikan desa saya maju di nasional, dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan berbagai prestasi yang dimiliki desa Takisung. Selain jadi pejabat saya juga memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha, memiliki tanah dimana-mana yang bisa saya manfaatkan untuk keluarga saya dan masyarakat Takisung.” Ucap Taufik dengan antusias dan penuh harapan.

(cp indraz/zaldy/dani)

Tunggu..?

kau tahu kau tak harus menunggu

kau tahu kau tak harus mengelak

kau tahu memang begini adanya

kau memang tahu

sejalan yg telah kau lupakan

sebaris yg kau lupakan

noktah-noktah berperi asa masa lalu

menghapus langkah-langakah kecilmu

bacaan kudapan

mengiang-ngiang

menjatuhkan

paradigma orang-orang salah

tinggal sejengkal

tinggal sebait

tunggulah sesaat sore

nantilah sekejap pagi

harus diapakan?

pun kalau sudah diujung

tak bisa berputar kembali

begitu sajalah, jangan diubah

tapi gejolak yg kau tahu

suratan yg terpampang

masihkah jadi panutan?

Abi