buy levitra online

Monthly Archives: March 2012

Radioshow TVone, Hiburan Baru Mahasiswa Universitas Bakrie

Jakarta  – Dua pekan  terakhir di kawasan Pasar Festival, tepatnya di depan kampus Universitas Bakrie, RadioShow, sebuah acara musik unggulan TvOne digelar.

Acara yang memang menarik perhatian masyarakat dan khususnya kawula muda yang notabene menyukai hal-hal yang non-mainstream. Acara ini menyajikan musik-musik dan menghadirkan komunitas-komunitas yang memang tidak biasa dapat tampil di televisi. Seminggu terakhir RadioShow menghadirkan bintang-bintang besar seperti Maliq & D’essensial, Endank Soekamti, Rosemary, Bangku Taman dan masih ada sederetan nama lainnya yang akan tampil di beberapa minggu kedepannya. Tidak heran acara yang satu ini menarik perhatian mahasiswa Universitas Bakrie untuk menikmati sajian musik yang tayang pada pukul 23.00 – 02.00.

Menurut Abi Satrya, mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi 2011, acara RadioShow sangat menghibur dan acara ini menjadi salah satu acara yang digandrungi kaum-kaum idealis. Adanya acara ini sama sekali tidak merasa terganggu atas adanya acara tersebut didepan kampus. Ia rela untuk tidak tidur semalam suntuk demi menjadi saksi grup musik favoritnya, Superman Is Dead, bisa menjadi trending  topic worldwide. “Semoga RadioShow tetap berada di jalur yang sama dan tidak serupa dengan acara musik di pagi hari,” ujar Abi saat ditanyakan tentang harapan kepada acara tersebut.

Disisi lain, menurut LaOde Iman yang juga merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi 2011 mengatakan bahwa acara RadioShow lumayan mengganggu jalanan Pasar Fesival. Tapi, dengan adanya acara ini, mahasiswa dapat menemukan pelarian mereka setelah lelah melakukan kegian perkuliahan di kampus. Student Lounge yang biasanya menjadi tempat berkumpul mahasiswa saja, dengan adanya acara tersebut, mahasiswa dapat merasakan  live music sembari sekedar duduk-duduk di Student Lounge. Menurut Iman, mungkin pada saat sekarang acara RadioShow memberikan hiburan bagi masyarakat sekitar khususnya mahasiswa tapi kita tidak bisa menduga tentang dampak acara tersebut jika RadioShow menjadikan Pasar Festival sebagai lokasi tetap untuk acara tersebut.

Acara yang tampil lima kali dalam seminggu tersebut memang telah menarik perhatian banyak kalangan. Tidak heran jika akhir-akhir ini pekarangan kampus akhir-akhir ini menjadi ramai karena diisi oleh orang-orang yang ingin menyaksikan musisi kesayangan mereka tampil ataupun hanya sekedar lewat saja. Terlepas dari pendapat masyarakat sekitar tentang dampak acara tersebut di masa akan datang, RadioShow sedikit banyaknya telah menghibur mahasiswa dan telah menyajikan acara yang berbobot namun tetap ringan untuk dikonsumsi.

(Addil)

Jessie J Live in Jakarta, Konser Perdana yang Memukau

Seorang penonton (berbaju putih) diajak naik ke panggung oleh Jessie J dalam konsernya di Jakarta, Minggu, 18 Maret 2012.

Jakarta – Jessica Cornish, atau lebih dikenal dengan nama panggung Jessie J, telah sukses menyedot perhatian ratusan orang dalam konsernya di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Minggu (18/03). Penampilan pertama kali dibuka oleh Afgansyah Reza yang menyanyikan enam lagu, dengan lagu ‘Panah Asmara’ sebagai penutup. Kemudian panggung diramaikan kembali oleh girlband beranggotakan lima orang dara – Blush – yang kesemua anggotanya berasal dari Asia, antara lain Jepang, Cina, Filipina, India, dan Hongkong. Meskipun terbilang baru dan belum terlalu dikenal di Indonesia, Blush cukup menghibur penonton dengan ketiga lagunya yang menghentak.

Namun, penonton menginginkan sang artis utama. Setelah setengah jam lebih para artis pembuka tampil menghibur, panggung kembali kosong. Penonton dibiarkan menunggu sambil berdiri,  dikarenakan semua penonton berada di kelas festival. Satu jam menunggu, mulai terdengar teriakan kekecewaan dari penonton, disusul dengan teriakan nama Jessie J yang belum juga muncul batang hidungnya.

Kira-kira pukul setengah 10, musik mulai dimainkan. Terdengar intro lagu ‘Who’s Laughing Now’, serta merta Jessie J muncul di atas panggung sambil bernyanyi. Penonton seketika histeris, musik yang semangat membuat suasana semakin ramai. Beberapa lagu dinyanyikan medley tanpa jeda, lalu diselingi oleh sapaan Jessie pada penggemarnya di Jakarta. Dua lagu paling hits dalam album pertamanya, “Who You Are”, dibawakan pada akhir acara, yaitu Do It Like A Dude serta tentu saja, Price Tag. Penonton kembali diajak bergoyang menikmati musik yang riuh dan bernyanyi bersama. Penampilan diakhiri dengan sebuah single berjudul Domino yang sukses menutup konser perdananya dengan sangat meriah.

Jessie J membawakan 12 lagu di atas panggung dengan sangat enerjik. Gerakan yang lincah menguasai panggung serta kualitas vokal yang tidak main-main mampu membuat pandangan penonton tertuju padanya selama konser berlangsung, terpukau pada performa sang artis yang sangat menghibur. Karena itu, tak heran bila penggemar menunggu kedatangannya yang kedua, ketiga, dan seterusnya di Jakarta. Ya, kami tak sabar menunggu! (Inez)

Ketika Mahasiswa Berbicara Mengenai Kenaikan BBM

Jakarta- Akhir-akhir ini kita sering melihat atau mendengar banyak aksi-aksi dan gerakan-gerakan dari masyarakat Indonesia yang menolak kenaikan BBM. Hal ini dipicu karena biaya hidup yang semakin tinggi dan masih banyak rakyat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan dan sekarang ditambah lagi dengan naiknya BBM. Ya, tanggal satu April nanti harga BBM akan naik. Naiknya harga BBM memang dipicu harga minyak dunia yang semakin tinggi. Tidak heran banyak masyarakat yang marah akan kenaikan BBM tersebut. Aksi yang paling menonjol adalah aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa di seluruh Indonesia, tetapi apakah hal ini yang harus dilakukan oleh para Mahasiswa untuk menunjukan penolakan kenaikan BBM? Berikut wawancara redaksi RITMA Universitas Bakrie dengan ketua BEM Universitas Bakrie, Fajar Tawakal.

Redaksi RITMA    : “ Bagaimana tanggapan Anda sebagai ketua BEM dan mahasiswa mengenai akan  diberlakukannya kebijakan kenaikan BBM?”

Ketua BEM          : “ Kenaikan BBM ini seharusnya dikaji lebih dulu. Harga minyak dunia yang untuk premium kita naik dan setiap tahunnya pemerintah menyediakan 150 triliun atau 15 persen dari APBN. Tahun kemarin saja kita menghabiskan 250 triliun untuk pasokan minyak kita. Saya pernah baca beberapa referensi kenapa pemerintah menaikan harga BBM ini. Pertama karena sasaran subsidinya tidak tepat. Kita bisa lihat masyarakat menengah keatas atau pemilik kendaraan pribadi yang bagus, mereka tidak mengambil pertamax atau bahan bakar non subsidi tetapi mereka tetap mengisi dengan premium. Sedangkan sasaran pemerintah untuk pemilik kendaraan pribadi tersebut lebih ke pertamax selain efisiensi dan memang juga premium dikhususkan untuk rakyat tidak mampu. Karena itu pemerintah pernah ingin melakukan pembatasan kuota BBM tetapi tidak ada kejelasan sampai sekarang. Kedua karena anggaran belanja pemerintah membengkak dan terakhir harga minyak dunia memang sedang naik. Diprediksi kalau harga BBM tetap, pemerintah akan menunggak lebih banyak. Memang dari kenaikan BBM ini bakal efek domino. Angka pengangguran akan bertambah dan angka kriminalitas pasti akan bertambah. Industri-industri lainnya juga akan kena imbas dari kenaikan BBM ini.”

Redaksi RITMA   : “Bagaimana menurut Anda dengan banyaknya aksi-aksi atau gerakan-gerakan dari mahasiswa yang menolak keras kenaikan BBM ini?”

Ketua BEM    : “ Mereka kan menyalurkan aspirasi dari masing-masing golongan atau kelompok. Mungkin mereka sudah megkaji dan menolak kenaikan BBM ini. Saya melihat kalau mereka yang sampai turun ke jalan melakukan aksi-aksi itu adalah hak mereka tetapi memang ada prosedur sebelum melakukan aksi-aksi tersebut. Namun sayangya sifat anarkisnya yang lebih ditonjolkan oleh mereka. Mereka melakukan itu sebenarnya agar para wakil rakyat yang berada di gedung DPR melihat kalau ada suatu gerakan yang konsen terhadap kenaikan BBM ini. Sayangnya di Indonesia ini aksi-aksi tersebut selalu berujung anarkis. Tetapi memang tidak hanya dari mahasiswa saja, ada aksi-aksi dari petani, nelayan dan masih banyak lagi pastinya.”

Redaksi RITMA   : “ Pertanyan terakhir, menurut Anda apa ada solusi dari kenaikan BBM ini dan bagaimana?”

Ketua BEM          : “ Kalau menurut saya ada solusi buat kenaikan BBM ini. Pertama pemerintah sudah pernah melakukan pembatasan BBM bersubsidi jadi bagi pengguna kendaraan pribadi bisa dialihkan ke BBM non subsidi. Kedua pemerintah juga pernah melakukan konversi BBM ke gas tetapi yang baru terlaksana yaitu bajaj dan busway mungkin kedepannya kendaraan lain bisa mengikuti. Ketiga memperbaiki kinerja produksi minyak dalam negeri. Kalau untuk pergerakan atau aksi-aksi dari mahasiswa saya piker mereka para cendikiawan alangkah lebih baiknya jika kenaikan BBM ini dikaji terlebih dahulu dan disampaikan dengan cara yang benar kepada pemerintah agar tidak terjadi lagi tindakan anarkis seperti ini.”

Memang kenaikan BBM ini akan terasa berat bagi masyarakat Indonesia terutama rakyat yang kurang mampu tetapi alangkah baiknya jika persoalan ini dapat kita kaji lebih dalam bersama para praktisi di bidang tersebut dan pemerintah agar mendapatkan solusi yang baik bagi pemerintah dan baik bagi masyarakat dan juga agar tidak terjdi lagi aksi anarkis dari gerakan-gerakan mahasiswa.

(donny)

Sadar Pangan Lewat “Food Film for Future”

Bapak Tejo Wahyu Jatmiko sedang menyampaikan materi (Doc. RITMA.news)

JAKARTA, RITMA.news – Tujuannya sangat mulia, yaitu untuk membuka mata kita terhadap masalah besar yang kita anggap sepele, sesuatu yang kita kenal dengan nama pangan. Untuk itulah roadshow “Food Film for Future diadakan, dan tepat pada tanggal 21 Maret 2012 giliran Universitas Bakrie yang kedatangan roadshow ini.

Kegiatan Roadshow FFF (Food Film for the Future) akhirnya sampai ke Universitas Bakrie dan berlangsung pada tanggal 21 Maret 2012 di ruang 9. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Departemen Pendidikan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Bakrie  dan Aliansi Desa Sejahtera. “Mengajak orang untuk mengingat kondisi pangan dan memahami pengaruh tindakan kita terhadap kondisi pangan,” ungkap bapak  Tejo Wahyu Jatmiko selaku koordinator Aliansi Desa Sejahtera, ketika menjelaskan tujuan diadakannya roadshow ini.

Aksi ini dilakukan sebagai respon dari kondisi pangan yang semakin memburuk. Ironisnya hal ini jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Oleh karena itu, Departemen Pendidikan BEM UB mengadakan kegiatan ini sebagai wujud nyata dari program Awareness Event yang memang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran kita, akan masalah-masalah kecil yang tidak kita sadari. Sesuai dengan namanya, Kegiatan ini berisi pengkomunikasian isu-isu pangan yang ditunjukkan lewat 4 buah film dan dilanjutkan dengan bedah film serta diskusi isu-isu pangan.

Empat buah film yang ditampilkan adalah Nelayan Bagan, Pabrik Dodol, Food and You dan Bisa Dewek. Nelayan Bagan adalah film dokumenter yang mengisahkan Bapak Sabari yang telah bertahun-tahun menjadi nelayan dan merasakan terjadinya perubahan dalam hasil tangkapan ikannya yang semakin menurun yang diakibatkan oleh penangkap-penangkap ikan yang tidak bertanggungjawab yang menggunakan cara yang kotor untuk mendapatkan ikan. Film berikutnya adalah Pabrik Dodol yang menampilkan perbedaan proses pembuatan dodol secara tradisional dan modern, dimana cara tradisional memerlukan biaya produksi yang lebih mahal namun tetap kalah bersaing bahkan terancam mati usahanya oleh keberadaan pabrik dodol modern. Film ketiga adalah Food and You yang merupakan film animasi yang mengisahkan tentang sistem produksi pangan yang salah yang diakibatkan pola makan kita sendiri yang mengancam terjadinya kelangkaan makanan di masa depan dan hal ini harus diubah oleh kita sendiri. Film yang terakhir adalah Bisa Dewek yang mengisahkan para petani dari kecamatan Kroya, Indramayu yang berjuang untuk meningkatkan hasil produksi mereka melalui pembuatan varietas padi yang baru, supaya mereka tidak perlu bergantung pada benih yang diberikan pemerintah yang mahal yang ironisnya dipersulit oleh pemerintah sendiri.

Acara FFF ini berlangsung dengan sangat menarik. “Membuka mindset kita tentang kondisi pangan yang sedang terjadi” kata Dimas Haryo, salah seorang mahasiswa jurusan Management 2009 UB yang menghadiri acara ini. Roadshow yang berlangsung dari tanggal 17 Maret sampai 24 Maret 2012 ini juga diadakan di IPB, UIN, dan toko-toko di Bandung. Tidak hanya roadshow, pada hari Jumat sampai hari Minggu akan diadakan Festival Desa di Bumi Perkemahan Ragunan.

(Abram)