buy levitra online

Monthly Archives: May 2012

Meriahnya Close House BEM Universitas Bakrie

Acara close house BEM Universitas Bakrie yang berlangsung pada rabu(30/5) terlaksana dengan sangat meriah. Acara bertemakan “All Togetherness and Gratitude We Share Are For You To Remember”ini dihadiri oleh Ibu Sri Pratiwi, ketua senat, ketua bem, ketua himpunan serta sebagian mahasiswa Universitas Bakrie.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini diawali dengan sambutan dari ketua panitia, ketua BEM serta dari ibu Sri Pratiwi. Selanjutnya, mahasiswa Universitas Bakrie disuguhi pemutaran video realisasi program kerja BEM selama setahun kebelakang. Close house BEM Universitas Bakrie semakin meriah oleh adanya penampilan spesial dari Groovy Project, Greenlight, dan Bajidoran serta adanya games berhadiah.

Acara berakhir dengan penampilan yang mengharukan dari seluruh pengurus BEM  Universitas Bakrie. Pada persiapan acara close house BEM Universitas Bakrie, Muhammad Irham Zuhdy, ketua panitia, menuturkan BEM telah mempersiapkan acara ini dari 1,5 bulan lalu. Adapun hambatan yang dialami, menurutnya adalah seputar mengatur waktu diskusi seluruh pengurus dalam mempersiapkan acara.

“Acara close house ini merupakan bentuk terimakasih kami atas dukungan mahasiswa Universitas Bakrie,” ujarnya setelah acara close house BEM Universitas Bakrie berakhir.

Bangun Pagi? Mudah Kok!

Bangun di pagi hari merupakan hal yang kurang disukai sebagian—bahkan mungkin hampir semua mahasiswa. Tidur belum puas, udara pagi yang dingin membuat malas beranjak dari tempat tidur. Padahal, bangun di lebih awal di pagi hari memiliki banyak manfaat bagi kebugaran tubuh, lho. Masalah utamanya adalah bagaimana supaya kita bisa bangun lebih awal di pagi hari, setiap harinya. Nah, ini nih beberapa kiat yang bisa membantu kita agar lebih mudah bangun pagi!

- Jangan tidur terlalu larut

Biasanya, yang membuat kita merasa sangat mengantuk di pagi hari adalah karena kita kurang tidur. Waktu tidur bagi mahasiswa seperti kita adalah antara 6 hingga 8 jam per hari. Jika kita kurang tidur, alhasil di pagi hari, tubuh kita akan terasa lemas dan mata dihinggapi rasa kantuk. Jadi, untuk menyiasatinya, janganlah tidur terlalu larut. Atur jadwal tidur sedemikian rupa untuk meningkatkan kualitas tidur kita.

- Gunakan alarm

Gunakan alarm untuk membangunkan kita di pagi hari. Bisa alarm dari handphone, jam weker, atau alarm ‘gratis’—adzan Shubuh. Jika menggunakan alarm handphone, atur nada alarm menjadi lagu yang paling kita benci. Jadi, ketika alarm itu berbunyi, kita pasti akan ingin segera mematikan alarm tersebut. Dan, jangan letakkan alarm di samping tempat tidur. Letakkan di jarak sekitar 10 meter dari tempat tidur, sehingga untuk mematikan alarm tersebut, mau tidak mau harus bangun dari tempat tidur!

- Jaga makanan yang dikonsumsi

Di malam hari, usahakan jangan mengonsumsi makanan yang mengandung kafein dan makanan pedas. Karena kedua jenis makanan ini akan membuat kita terjaga lebih lama, dan membuat kita terlambat tidur. Jika memungkinkan, minumlah susu di malam hari sebelum tidur, karena susu memberikan efek relaksasi yang membuat tidur lebih nyenyak.

- Aturlah waktu dengan bijak

Kerjakan segala sesuatu sesegera mungkin, agar waktu tidur kita tidak terganggu. Hal ini juga dapat mengurangi tingkat stress yang membuat tidur kita tidak berkualitas dan akan semakin stress serta badmood di pagi hari. Badmood inilah yang membuat kita tidak bersemangat dalam menjalani hari. Jadi,  kerjakan seluruh kewajiban hari ini, siapkan hari esok, dan selalu berusaha untuk bertanggung jawab dengan diri sendiri.

Itu adalah beberapa kiat agar kita dapat bangun lebih awal di pagi hari. Sebenarnya, semua tergantung pada niat dan motivasi yang ada dalam diri kita. Tetap hidupkan semangat dalam diri kita, agar selalu bersemangat untuk bangun pagi dan beraktivitas. Semangat pagi, semangat terus! (Fauziah)

Mengelola APBD Jakarta Baru

Rabu, 9 Mei 2012 Universitas Bakrie (UB) kedatangan kandididat calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau yang lebih dikenal dengan nama Ahok, yang memberikan kuliah terbuka di Universitas Bakrie. Cagub, Joko Widodo seharusnya dijadwalkan hadir juga di UB, namun batal karena ada acara yang lebih penting di Kota Solo.

Antusiuasme mahasiswa UB terlihat sangat tinggi ketika menghadiri acara kuliah umum tersebut. Lewat tema yang diangkat oleh Ahok, “Mengelola APBD Jakarta Baru”, Ahok memberikan penjelasan tentang cara membenahi kota Jakarta yang katanya sangat tidak tertata ini. beliau berkata bahwa walupun APBD Kota Jakarta tidak sebanyak APBD Papua dan Papua Barat, namun SDM Jakarta jauh lebih baik dibandingkan dengan SDM di Papua. Beliau sangat optimis dapat mengelola APBD tersebut dengan baik.

Beliau juga mengatakan bahwa dana APBD cukup untuk asuransi kesehatan, pendidikan gratis, pembaharuan jalan, dan bantuan sosial. “Hanya dibutuhkan niat dan keberanian berhadapan dengan DPRD dan dibirokrasi oleh pengusaha,” ujar beliau meyakinkan. Dana APBD Kota Jakarta berkisar Rp 19 Triliun yang akan direncanakan oleh pasangan Cagub-Cawagub Jokowi dan Ahok dibagi untuk pembangunan MRT (Mass Rapit Transit) selama 3 tahun, penambahan 2000 busway, penanganan banjir Rp 450 milyar, membangun perumahan sebanyak 76 juta unit dana Rp 760 milyar dengan sewa Rp 10.000/ tahun. Rencana beliau juga akan mengalokasikan dana APBD tersebut untuk Kesehatan sebanyak Rp 5 Triliun, pengolahan sampah sebanyak Rp 5 triliun,  memberikan makan gratis bagi 100.000 orang/tahun sebanyak Rp 704 milyar, dan membangun taman lingkungan sebanyak 547/tahun.

Sumber pembiayaan selain dari dana APBD diperoleh dari penghematan pembiayaan, keterlibatan pihak swasta, dan pengurangan biaya-biaya alokasi dana APBD. Beliau juga akan memodernisasi pasar tradisional agar pasar tradisional menjadi primadona masyarakat Jakarta dalam pembelanjaan kebutuhan. “Jika pemodernisasi berhasil, otomatis mall-mall yang di Jakarta akan tersaingi dan seiring berselangnya waktu akan hilang,” cetus beliau dengan semangat. Dari segi kesehatan, beliau akan mengalokasikan dana untuk pembangunan helypad agar dokter tidak terkena macet jika akan berpindah ke rumah sakit  lain. Beliau juga mengharuskan untuk dinas walikota, camat, dan lurah agar dapat mempublikasikan nomer handphonenya.

Langkah konkrit yang akan dilakukan beliau adalah transparansi anggaran agar dapat dikritisi, perbaikan kualitas pelayanan publik, dan perbaikan dalam birokrasi. Pasangan Jokowi-Ahok berjanji akan menata kota Jakarta dengan sebaik mungkin.(hart)

Pewirausaha Perlu Melakukan Riset dan Menguasai Teknis

 

Creativepreaneurship for Indonesia Brighter Future E-Youth 2012 (doc Silhouette)

Perkembangan kegiatan kewirausahaan di bidang kreatif tengah gencar-gencarnya berkembang beberapa tahun belakangan. Hal ini tentunya kemudian menciptakan persaingan yang tinggi sehingga perlu adanya kreativitas dari para pewirausaha agar tidak kalah bersaing.

Direktur Pengembangan Perfilman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Syamsul Lussa, dalam jumpa pers Entrepreneurial Youth, Sabtu (5/5), di ruang 1-2 Universitas Bakrie, Jakarta, menyatakan, bangsa ini memiliki kelemahan dalam daya juang. Ada budaya takut gagal pada masyarakat yang seharusnya dihilangkan agar terus tercipta inovasi dalam berwirausaha. “Melakukan sesuatu kemudian gagal, harus bangkit lagi dan terus mencoba,” ungkap Syamsul Lussa.

“Kita kurang sekali riset,” kata Syamsul Lussa. Berwirausaha itu baik, tetapi lebih baik lagi jika diawali dengan riset. Riset perlu diadakan guna mengetahui pangsa pasar serta menghindari terjadinya duplikasi. Syamsul memberi contoh, hanya karena beda seminggu dalam mempublikasikan disertasi, salah satunya dianggap melakukan duplikasi. Terdapat dua mahasiswa, satu dari Inggris dan satu dari Australia yang melakukan penelitian untuk disertasi yang topik dan datanya sama, tapi tidak saling mengetahui satu sama lain. Mahasiswa dari Inggris kemudian mempublikasikan disertasinya. Seminggu kemudian mahasiswa dari Australia mempublikasikan disertasinya. Namun, mahasiswa dari Australia kemudian dianggap melakukan duplikasi. Hal ini tidak perlu terjadi apabila diadakan riset terlebih dahulu.

Mengenai apa yang akan dilakukan pemerintah dalam hal kewirausahaan di bidang kreatif terutama perfilman, Syamsul Lussa mengatakan “Di perfilman kita sudah punya master plan yang mencakup semua aspek,” Aspek tersebut diantaranya aspek produksi, penetrasi pasar, pemasaran, distribusi, dan pembiayaan yang akan di urusi oleh Badan Perfilman Indonesia, sebuah Film Commission yang ditujukan untuk mempermudah industri perfilman. Nantinya BPI akan bersifat mandiri dan swasta, pemerintah hanya memberi dukungan.

Pada kesempatan yang sama, Analis Ekonomi Kreatif Rudy Suteja, mengatakan perlunya penguasaan teknis dalam berwirausaha. Dalam kunjungannya ke beberapa kota ia mendapati banyak pewirausaha yang merasa dagangannya tidak laku, juga sulit mendapat pinjaman dari bank. Menurut Rudy, hal ini terjadi karena kurangnya penguasaan teknis para pewirausaha. Kemudian perlu adanya keahlian dalam manajemen guna melakukan produksi dan memisahkan antara uang pribadi dan uang perusahaan. Setelah menguasai hal ini barulah bisa mulai menjalankan usaha.

Pendidikan dari orangtua untuk membangun pola pikir anak menjadi pewirausaha dirasa perlu oleh Rudy. Hal ini dikarenakan perkembangan kewirausahaan di Indonesia yang begitu pesat ternyata belum menciptakan wirausahawan yang cukup banyak, dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

Masih di kesempatan yang sama, hadir pula pemilik Dowa dan The Sak Delia Murwihartini. Delia mengatakan bahwa potensi di Indonesia ini sangat banyak, baik dari sumber daya alam maupun kerajinannya yang punya nilai lebih dibandingkan dengan negara lain sehingga pemuda Indonesia punya kesempatan untuk berwirausaha dan mengembangkannya.

Dalam berwirausaha tentunya terdapat tantangan dari dunia luar yang menyurutkan semangat juang kita, maka tentang bagaimana cara menghadapinya, Delia mengatakan “Yang harus kita bangkitkan adalah diri kita sendiri, buktikan bahwa mimpi kita bener, buktikan bahwa apa yang kita lakukan adalah baik dan berguna. Itu nomor satu.”

Mengenai persoalan finansial dalam memulai wirausaha, Rudy Suteja dan Delia Murwihatini sepakat bahwa hal itu menjadi prioritas terakhir. Hal ini dikarenakan kendala finansial dapat diatasi dengan kemitraan dan bank pun mencari tempat untuk berinvestasi pada bisnis yang sudah matang konsep pelaksanaannya.(abi)