buy levitra online

Monthly Archives: June 2012

Membentuk Pemimpin Baru Indonesia untuk Dunia

Suasana Talk Show StudentxCEOs di @america Pasific Place Jakarta

 

 

“Be ready all the time for every experience,” ujar Houtman Zainal Arifin saat memberi closing statement pada para mahasiswa.

Negara kita adalah negara yang kaya dan memilki potensi yang luar biasa dalam berbagai hal, termasuk dalam meyumbangkan orang-orang yang mampu memimpin tidak hanya di nasional, tapi dalam kancah global. Hal inilah yang ingin dibangun dalam pola pikir anak muda Indonesia melalui talkshow yang diselenggarakan oleh StudentxCEOs dan juga @america di Pasific Place Jakarta, Minggu, 17 Juni 2012.

Para pembicara yang hadir dalam acara tersebut adalah para CEO asal Indonesia yang memimpin beberapa perusahaan multinasional. Mereka adalah Houtman Zainal Arifin, Ex-Vice President Citibank, Fazil Alfitri, CEO Medco Power Indonesia dan juga Patricia Susanto, CEO of The Jakarta Consulting Group.

Acara yang dikemas dalam tema Rising Indonesian Student as Global Business Leader ini mendapat antusiasme yang sangat besar dari para peserta yang hadir. Para peserta yang merupakan mahasiswa beberapa universitas di Indonesia mendapatkan sharing tentang pengalaman-pengalaman dan juga saran-saran yang dapat membantu mereka dalam membangun jiwa kepemimpinan terutama dalam bidang wirausaha.

Menurut Houtman Zainal Arifin, saat ini Indonesia sangat kekurangan pemimpin yang mumpuni dan memiliki wibawa yang besar. Beliau mencontohkan presiden Soekarno yang mampu disegani oleh pemimpin dari negara-negara lain bahkan oleh pimpinan negara di seluruh dunia. Untuk itu, beliau mengajak agar generasi muda lebih berani untuk mencoba hal-hal baru agar mereka benar-benar tahu dan tidak sekedar teori.

Senada dengan Houtman, Patricia Susanto juga memberikan gambaran bahwa Indonesia adalah tempat yang sangat baik untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan terlebih dalam bidang wirausaha. Beliau menyayangkan keadaan para pelajar dari berbagai negara yang berebut untuk datang dan belajar di Indonesia, sedangkan para pelajar Indonesia malah keluar bahkan tidak kembali lagi ke Indonesia. “Belajarlah dulu di luar, tapi jangan lupa pulang,” ujarnya dalam salah satu sesi talkshow.

Acara yang merupakan bagian dari awareness event oleh StudentxCEOs ini sendiri secara keseluruhan dianggap berhasil. Saat di temui setelah acara, Giovani Anggasta Project Director StudentsxCEOs Jakarta mengungkapkan bahwa target yang ditetapkan panitia untuk acara ini serta antusias yang diharapkan juga sudah tercapai. Hal ini terbukti dari para peserta yang bertanya dan saling berbagi pengalaman bahkan setelah acara ini selesai.

Harapan untuk acara semacam ini terus diadakan datang dari para peserta yang hadir. Salah satunya dari mahasiswa Universitas Bakrie Jakarta, Hilda Amelia. “Semoga ke depannya ada lagi dan komunikasinya harus lebih baik lagi supaya lebih banyak yang hadir,” ucap Hilda.

Tentunya kegiatan untuk membentuk kesadaran kepemimpinan harus semakin banyak diadakan supaya semakin banyak pula generasi muda yang terinspirasi untuk menjadi pemimpin. Karena para generasi muda inilah para pemimpin masa depan. Tidak hanya bagi Indonesia, namun juga bagi dunia. (azza)

Yuk Dukung Software Murni Buatan Anak Bakrie

Kreatifitas Mahasiswa Bakrie kembali ditunjukkan, kali ini giliran para pengikut teknologi yang jadi bintangnya….

 

Pameran yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Informatika (TI) dan Sistem Informasi (SI) angkatan 2011 ini adalah puncak dari proyek yang sudah mereka lakukan selama satu semester. Pameran yang diikuti oleh 18 tim dari jurusan TI dan SI ini mempertunjukkan software-software baru buatan mereka. 18 Software yang dipertunjukkan dalam pameran yang diadakan pada 15 Juni di dalam kampus Universitas Bakrie ini terbukti dapat menarik Mahasiswa Bakrie lainnya untuk turut melihat dan mencoba karya-karya baru mereka.

Software-Software yang dipertunjukkan kali ini memiliki beragam fungsi yang dapat membantu pekerjaan kita ataupun sebagai hiburan, bahkan beberapa software memiliki beberapa fungsi sekaligus. Beberapa software yag dapat digunakan untuk membantu pekerjaan manusia misalnya Aplikasi Pph21 yang dapat membantu kita mengetahui pajak yang harus kita bayar dari penghasilan kita, Sakkarepmu yang berfungsi sebagai software penjualan pulsa, KPU yang berguna untuk memudahkan proses pengambilan suara, dan Remind Me bagi yang takut lupa akan suatu hari penting. Hiburan juga menjadi pilihan beberapa tim seperti Gig Player yang dapat memutar musik dan video, ataupun software game seperti Stitch dan Koi-koi untuk membunuh kebosanan. Beberapa tim juga menggabungkan banyak fungsi ke dalam software mereka seperti Fachansa yang menggabungkan MP3 Player dan game, K-Essential yang berperan sebagai file management dan browser, dan Cosmic Colony yang memungkinkan untuk bermain game, mendengarkan musik ataupun chatting secara offline.

Usahanya, pengalaman mulai dari mendesain,membuat aplikasinya, memamerkannya dan cara menjualnya, pengalaman-pengalaman itulah yang saya tekankan” ungkap Bapak Benfano, Ka. Prodi Teknik Informatika selaku penilai ketika ditanya tentang hal yang diapresiasinya dalam proyek ini sambil mengutarakan kepuasannya terhadap hasil karya semua tim dan harapannya untuk dikembangkan agar dapat sepenuhnya diaplikasikan.

Bagi yang berminat dengan karya-karya teman kita dapat mengkonfirmasi langsung kepada penciptanya karena beberapa dari mereka sudah siap untuk membagikan karya mereka. Kapan lagi mendukung karya anak Universitas Bakrie, yuk mari…. (Abbram)

Effendy Soen, Wartawan Senior Yang Gemar Bertualang

Jakarta, RITMARabu, 13 Juni 2012 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKMa) Wicaktala Universitas Bakrie mengundang wartawan senior TVRI, Effendy Soen untuk menyampaikan materi tentang jurnalistik lapangan.

Kang Soen—begitu ia biasa dipanggil—dalam kesempatan ini lebih banyak menyampaikan tentang pengalaman hidupnya. Beliau sempat menyampaikan materi tentang pengambilan gambar dan pointers. Pointers yang ia maksudkan merupakan catatan-catatan dalam menghimpun berita dalam bentuk kalimat, bukan sekedar poin-pon kecil. Hal ini guna melatih kita langsung membentuk kalimat utuh dan menghindari kesalahan. “Nyatetnya cuma 400 orang, di tangan lagi. Dibaca lagi, ini 400 apa 40,” tambahnya sambil tertawa saat menceritakan pengalamannya.

Kang Soen mengatakan bahwa dunia jurnalis itu bukan sekedar menjadi wartawan, tapi juga dunia milik semua orang yang ingin menjadi hebat di bidangnya masing-masing. “Jurnalis itu bagian dari seseorang menjadi intelektual” ujarnya.

Menurut Kang Soen, jika ingin masuk dengan cepat ke jenjang intelektual, masuklah ke bidang jurnalistik. Karena dalam bidang jurnalistik kita diajarkan untuk melihat, mendengar, berpikir, dan menyampaikan dengan cepat sehingga meski disiplin ilmu kita tidak terkait dengan jurnalistik, tapi jika kita menekuninya, maka bidang ini dapat memberikan dampak positif kepada disiplin ilmu yang kita tekuni.

Kepada para mahasiswa yang hadir, Kang Soen menyarankan agar mahasiswa menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang bermafaat seperti mengikuti organisasi-organisasi selama masa kuliah dan menikmatinya karena nantinya akan lebih mudah untuk kehidupan selanjutnya. (abi)

Dzikri-Dhea: Pemegang Tonggak Kepemimpinan BEM Selanjutnya

Perhitungan suara BEM 2012/2013 baru saja menyuarakan kemenangan kandidat M. Dzikri F. dan Dhea Chikhita sebagai ketua dan wakil ketua BEM tahun ini. Kemenangan tipis ini dimenangkan dengan jumlah suara 24 lebihnya dibandingkan suara untuk Firman A. dan Hilda Amelia. Keseluruhan suara mahasiswa/mahasiswi universitas bakrie terkumpul sebanyak 451 suara dengan 27 diantaranya dinyatakan tidak sah.

Atas kemenangannya ini, Dzikri mengaku tidak menyangka bahwa Dhea dan dirinya berhasil memenangkan suara. “Itu sesuatu yang amazing, saya sudah menduga suaranya bakal tipis, namun tidak menyangka akan mengalahkan (firman dan hilda),” ujarnya.

Meskipun kemenangan diperoleh oleh pasangan Dzikri-Dhea, Firman selaku kandidat lawan mengungkapkan bahwa dirinya tidak kecewa dengan kemenangan kandidat Dzikri-Dhea. “Amanah itu mungkin saat ini bukan untuk saya. Saya berprinsip, apapun hasilnya yang terpenting saya telah melakukan yang terbaik,” ucapnya.

Untuk mengawali masa depan baru BEM Universitas Bakrie, Dzikri mengungkapkan kesungguhannya dalam menjalankan visi dan misi yang telah diucapkannya ketika forum komunikasi 2 arah sebelumnya. (fitri)