buy levitra online

Budaya Malu Masih Ada di Indonesia !

 

Pengunduran Diri Andi Malarangeng

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng (kanan) menjelaskan mengenai pengunduran dirinya terkait status tersangka oleh KPK di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (7/12). ANTARA/Yudhi Mahatma

“Di Jepang menteri merasa bersalah. Memang mundur. Di Indonesia menteri jelas salah. Pantang Mundur”

Puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul Dua Kali Mundur tersebut mungkin yang paling tepat untuk menggambarkan fakta di Indonesia. Budaya malu yang rasanya sulit sekali tercipta di Indonesia. Sudah menjadi hal biasa di negeri ini, ketika para pejabat yang tersangkut kasus korupsi berlomba-lomba mengelak dengan berbagai alasan dan berbagai cara. Padahal, masyarakat yang awam pun jelas – jelas mampu melihat bahwa para pejabat tersebut telah benar – benar melakukan tindakan korupsi.

Namun, apa yang dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi A. Mallarangeng setelah ditetapkan statusnya menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, rasanya patut kita acungi jempol. Meskipun baru ditetapkan sebagai tersangka dan belum resmi dinyatakan bersalah oleh pengadilan, dia mampu mengambil sikap untuk mundur dari kabinet dan dari Partai Demokrat, Jumat, 7 Desember 2012 (sumber: tempo.co).

Tindakan Andi Mallarangeng tersebut nyatanya mampu memperlihatkan bahwa budaya malu masih ada di Indonesia. Andi Mallarangeng mungkin hanya satu di antara ratusan bahkan ribuan koruptor Indonesia yang masih memiliki rasa malu, namun apa yang dia lakukan setidaknya menjadi pereduksi rasa pesimis kita dalam memberantas korupsi yang begitu membudaya di Indonesia.

Pemerintah harusnya dapat berkaca dan mengambil sikap tegas. Penegakan korupsi sebaiknya tidak hanya mendekati dari sudut pandang hukum, tetapi juga norma dan budaya. Harus ada upaya “mempermalukan” koruptor dan menegakkan budaya malu. Ketika budaya malu tercipta dan menjadi identitas baru bangsa, korupsi yang hilang optimis dapat terwujudkan. (Brilian)

 

One Response to Budaya Malu Masih Ada di Indonesia !

  1. Pembaca says:

    Sayangnya harus dengan petak umpet yang cukup lama, mungkin karena kurang tegas yang berwenang dalam menindak, padahal kalau kita jeli dengan kasus ini dari awal, akan timbul pertanyaan kenapa tidak di “tembak” saja langsung dari dulu? Kita bertepuk tangan dengan pejabat korup yang telat mengundurkan diri. Tapi memang lebih baik telambat daripada tidak sama sekali, masih ada harapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>