buy levitra online

Akulturasi Dua Budaya dalam Perayaan Imlek

Tepat tiga belas tahun kemeriahan pergantian Tahun Baru Imlek akan segera dirasakan oleh masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia pada Minggu (10/02/2013). Kemeriahan pergantian tahun baru ini ternyata ikut dirasakan oleh masyarakat lainnya. Hal ini salah satunya terbukti dengan kentalnya akulturasi budaya Tionghoa dan budaya Jawa dalam rangka menjelang pergantian Tahun Baru Imlek 2564 di Solo, Jawa Tengah.

Panitia Bersama Perayaan Imlek 2564 Solo telah mempersiapkan rangkaian acara dalam perayaan tahun baru ini. Rangkaian acara ini meliputi acara sedekah bumi, Grebeg Sudiro, Kirab Liong Barongsai, pesta kembang api, gapura Imlek, bakti sosial, lomba keroncong mandarin, shufa, dan penghargaan untuk lima tokoh Tionghoa yang telah berjasa dalam berbagai bidang.

 

Pelaksanan dari rangkaian acara tersebut telah dimulai sejak Kamis (31/1/2013) dengan kirab sedekah bumi yang dilaksanakan dari Kelurahan Sudiroprajan dan berkahir di Jalan Kapten Mulyadi.  Acara kemudian dilanjutkan dengan Grebeg Sudiro. Acara yang telah masuk dalam kalender pariwisata Solo ini telah diadakan di depan Pasar Gede Solo pada Minggu (3/2/2013) dengan dimeriahkan oleh penampilan atraksi Barongsai, Reog, dan Jathilan dalam prosesi arak-arakan gunungan yang berisi kue keranjang dan bakpau. Sedangkan kegiatan bakti sosial diadakan di lima mal, salah satunya di Solo Grand Mall. Selain kegiatan bakti sosial, di sejumlah mall tersebut juga mengadakan workshop kaligrafi huruf Tionghoa (shufa).

 

Pemberian penghargaan untuk lima tokoh Tionghoa diberikan kepada para tokoh yang berjasa dalam bidang seni budaya, pendidikan, sosial, kesehatan, dan olahraga. Sedangkan untuk lomba keroncong mandarin, panitia mempunyai harapan besar agar unsur-unsur budaya lokal dan Tionghoa tidak tergerus oleh derasnya arus globalisasi.

 

Pesta kembang api direncanakan akan dilaksanakan pada puncak malam  pergantian tahun. Pada hari Sabtu (23/02/2013) direncanakan akan diadakan Kirab Liong Barongsai. Kemudian pada hari kelima belas dan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek akan diadakan acara Cap Go Meh atau Goan Siau.

 

Dengan rangakaian acara perayaan Imlek tersebut, panitia dan Pemkot Solo berharap terjadinya akulturasi kebudayaan lokal (Jawa) dengan kebudayaan Tionghoa dapat diterima oleh seluruh masyarakat, sehingga tidak akan terjadi kesenjangan kebudayaan antarmasyarakat. (Novi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>