buy levitra online

This Graduation for You

 

 

Wisudawan Akuntansi 2009 bersama foto Marvelia (Alm.)

Tribute to Alm. Marvelia Vatarsony Munthe (Akuntansi 2009)

Februari, bulan dimana aku mulai melihat wajahmu. Tersesat dalam kerumunan wajah-wajah baru. Ya, tepat tiga tahun lalu. Kita berada di ruang 13, kau duduk di lajur tengah, tiga meja dari depan. Aku ingat betul saat itu…

Februari, tanggal 21 bulan ini. Hari ini. Aku tak lagi bisa melihat dirimu. Anak kecil berparas manis dengan rambut panjang diikat ke belakang dan poni lucu menggelayut di depan. Aku berulang kali menoleh ke belakang, berharap dirimu ada di kursi putih ke lima dari kanan. Tapi, tahukah kamu apa yang ku rasakan?

Ini adalah hari dimana semua orang seharusnya bahagia dan senyum lebar terlukis di wajahnya. Tapi tidak denganku, dengan kita, atau beberapa dari orang-orang di ruangan ini. Aku melihat ke atas. Lampu mewah, besar, dan indah bersinar dengan terang. Tapi tetap tak cukup untuk menerangi sisi hati kami yang telah kehilangan seorang sosok yang sangat luar biasa.

Dirimu. . .

Malaikat kecil yang teramat baik. Sangat Baik. Oh tidak! Super baik. Kamu selalu berkata kepada kami, “Jangan pernah lelah menjadi orang baik” atau “Jangan jahat sama orang. Jadilah orang baik, nanti hasilnya juga baik.” Kamu tidak hanya berkata kosong, tetapi kamu juga membuktikannya secara tulus kepada kami. Kapan kami meminta bantuanmu tapi kamu tidak membantu? Kapan kamu tidak mendengarkan saat kami mengeluh dengan setiap inci permasalahan kami? Kapan kamu tidak ada saat kami membutuhkanmu?

Kamu selalu ada untuk kami. Dengan senyummu, kesabaranmu, kebaikanmu, dan ketulusanmu dalam menolong setiap tapak hidup kami. Kamu masih ingat setiap menjelang ujian kami selalu meminta bantuanmu untuk mengajari kami materi-materi aneh yang bahkan tidak kami mengerti? Kemudian kamu duduk bersama kami, mengubah setiap aksara yang tak bisa kami pahami menjadi bahasa yang paling mudah diserap oleh sekian juta sel otak kami. Kamu membuat hal-hal yang sulit terasa lebih ringan, karena kebaikan hatimu. Kamu membuat angka-angka menari bersama kami, tidak lagi menghukumi kami. Kamu membuat kami tak pernah berputus asa, karena kamu sekalipun tak pernah menyerah mengajari kami.

Dirimulah. . .

Manusia paling sabar yang pernah kami temui. Kami tak pernah melihatmu marah. Tak pernah dirimu kalah oleh keadaan. Tak pernah dirimu pesimis meski banyak rintangan menyerang. Kamu sabar dalam berteman dengan kami, meskipun sering kami berbuat salah kepadamu. Kamu hanya tersenyum, kemudian memaafkan. Tak pernah menyimpan dendam. Kamu tidak pernah mengeluh. Pribadi paling kuat yang pernah kami kenal.

Kamu. . .

Si mungil dengan sejuta keajaiban kecil dalam setiap langkahmu. Entah karena kamu diberkati Tuhan atau apa, kamu memiliki hal yang tak seorang pun dari kami yang memilikinya. Magic! Tidak percaya kah kamu? Lalu bagaimana kamu menjelaskan bagaimana kamu mengubah seorang dengan nilai UTS 40, 50, atau 60 bisa mendapat nilai 90 bahkan “perfect 100” saat UAS? Bagaimana kamu bisa mengubah seseorang yang hampir tidak lulus, menjadi lulus dengan nilai luar biasa? Dan bagaimana kamu bisa menjelaskan bagaimana suatu acara yang nyaris gagal bisa terlaksana dengan sukses karena polesan tanganmu dan doa-doamu? Kamu yang memotivasi kami dengan kata-kata ajaibmu, dengan usaha kerasmu, dan dengan kehebatanmu.

Aku juga ingat betul bagaimana kamu bisa menyatukan teman-temanmu yang awalnya terpecah belah menjadi satu keluarga yang sangat hangat. Kamu mempersembahkan gelar juara untuk angkatanmu dengan teatermu, bahkan ketika kamu sakit saat itu –tapi tak banyak yang tahu. Kamu membuat mereka memukau di atas panggung dan kemudian berpelukan erat seperti saudara sedarah yang saling menjaga. Dewi fortuna atau siapapun pasti sangat menyayangimu.

Siapa lagi yang perlu kusebut?

Tidak lain hanyalah kamu, manusia dengan life-balance yang sangat luar biasa. Akademik, organisasi, dan kehidupan sosial yang nyaris merata! Siapa yang meragukan lulusan Cum-laude dengan IPK 3,80 dan telah memenangi berbagai kejuaraan akuntansi nasional?? Kamu juga masih bisa mempertahankan nilaimu padahal disaat yang sama kamu adalah ketua Accounting Fair 2011 dan Ketua Rohkris 2012. Siapa yang berani meragukan dirimu memiliki banyak teman yang sangat menyayangi dan merindukanmu? Kamu telah menjadi bagian dari kami, suka duka kami, dan kamu telah ada dalam coretan-coretan indah hidup kami. Kamu, teman yang sangat luar biasa bagi kami…

Mimpi…

Kamu ingin sekali lulus 3,5 tahun di semester ini. Dengan alasan untuk membahagiakan dan memenuhi harapan kedua orang tuamu. Kamu berjuang keras untuk itu. Tak pernah sekecilpun menyerah demi melihat senyum bahagia orang tua yang melihat anaknya menjadi sarjana. Saat wisuda tadi, hanya orang tua kamulah yang mendapat penghargaan secara khusus, langsung dari rektor. Dan tahukah kamu? Kamulah satu-satunya lulusan yang mendapat standing applause dari semua wisudawan/wisudawati di saat orang tuamu menerima penghargaan itu. Kamu pasti sangat senang disana.

Kamu juga ingin menjadi dosen. Beberapa orang mungkin berpikir kamu telah gagal mencapainya. Tapi tidak! Bagi kami, kamulah dosen terbaik kami, tutor kami, mentor kami, dan guru kami yang sangat kami cintai. Kamulah dosen yang paling efektif dan efisien saat menjelaskan suatu materi ke kami. Bukan profesor, doktor, atau guru besar yang bisa membuat kami paham, melainkan kamu. Kamu yang membuat kami bisa lulus di saat sebagian dosen gagal menyampaikan ilmunya dengan baik kepada kami. Kamu yang membuat beberapa dari kami tidak mengulang beberapa mata kuliah. Kamu, yang membuat beberapa dari kami bisa wisuda di hari ini. Ya, kamu telah menjadi dosen yang berhasil bagi kami.

Kamu telah menjalani hidupmu dengan sangat indah. Mengisinya dengan berjuta kebaikan dan manfaat yang sangat berguna bagi orang di sekitarmu. Kamu telah menyelesaikan mimpi-mimpimu. Membuat orang tuamu sangat bahagia memiliki anak sepertimu. Membuat kami sangat bersyukur bisa mengenalmu dalam tiga tahun ini. Tuhan juga sangat menyayangimu. Dia telah melepaskan rasa sakit yang selama ini membuatmu menderita. Kemudian menggantinya dengan sebuah senyuman cantik yang akan selalu kami rindukan. Sekarang Tuhan telah menyempurnakanmu di sisi-Nya. Kami tak henti-hentinya berterima kasih atas kebaikanmu selama ini. Kamu telah mengajarkan kami bagaimana menjalani hidup sebagai orang yang baik dan berguna untuk orang lain. Kami berjanji akan terus menjaganya dalam lubuk hati kami yang paling dalam, tempat dimana kenangan bersamamu akan selalu hidup bersama kami.

 

We love you, Marvel. . .

(Rahadian Faris)

 

One Response to This Graduation for You

  1. Maris Munthe says:

    Saya sebagi orang tua nya memohon maaf dengan setulus tulusnya bila semasa hidupnya marvel pernah menyakiti hati teman teman nya semua dimanapun berada. Kami bangga dan terharu sekali untuk semua ungkapan ungkapan,tulisan tulisan serta kesan kesan yang telah diberikan kepada alm. anak saya…selamat jalan anakku …we always remember and love you…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>