buy levitra online

Pengabdian Abadi Taufik Kiemas

taufik_Kiemas

“Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara sebagai Sumber Moralitas dan Hukum Nasional” merupakan pesan untuk Indonesia yang ingin ditanamkan almarhum Taufik Kiemas.

 

Semasa hidupnya Taufik Kiemas dikenal sebagai tokoh politik yang pemikirannya banyak memberikan sumbangsih bagi bangsa. Pemikirannya mengenai Empat Pilar Kehidupan Bangsa sudah banyak menjadi ‘nafas’ bagi jalannya moralitas dan hukum di Indonesia. Empat Pilar Kehidupan Bangsa ini menjadi bukti dari pengabdian Taufik Kiemas selama karier politiknya di tanah air.

Pria berdarah Palembang-Minang ini memulai karier politik sejak masih duduk di bangku kuliah sebagai anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Perjalanan karier politiknya yang sempat tersendat di masa orde baru itu tak menggugurkan semangatnya untuk tetap berjuang di ranah politik tanah air.

Tujuh tahun setelah bergabungnya mendiang Taufik Kiemas di  Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan terpilih sebagai anggota DPR/MPR pada 1992, kariernya mulai menanjak naik. Dan pada Pemilu 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhasil keluar sebagai pemenang yang kemudian mengantarkan istrinya Megawati Soekarnoputri menjadi Wakil Presiden. Tokoh politik yang terinspirasi oleh sosok A K Gani ini pun turut memiliki andil dalam perjalanan karir politik istrinya menjadi Presiden RI ke-5.

Mendiang Taufik  Kiemas aktif  dalam organisasi yang berada di bawah bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang notabene didirikan oleh istrinya, Megawati. Sebelum wafat, politikus yang juga pernah menjabat sebagai Dewan Kehormatan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PP PA GMNI) ini menjabat sebagai Ketua MPR RI ke-12 untuk masa bakti tahun 2009 hingga 2014. Dalam waktu yang bersamaan, jabatan ini diemban Taufiq merangkap sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI-P. Kecemerlangan karir politikus Indonesia yang pernah menduduki posisi sebagai Bapak Negara RI ke-5 ini pun terhenti ketika beliau meninggal di usia 70 tahun, tepatnya pada tanggal 8 Juni 2013 di Singapore General Hospital, Singapura. Meskipun begitu, pemikiran dan sumbangsih Taufik bagi bangsa akan selalu menjadi pijakan untuk kehidupan politik di Indonesia hingga kapan pun. Pengabdiannya bagi dunia politik Indonesia akan dikenang sepanjang masa. (Tim RITMA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>