buy levitra online

Berkeluarga, Sudah Siapkah?

Marrief

Married (openingbells.com)

Berkeluarga? Apa yang ada di benak anda jika anda mendengar kata “berkeluarga” ? Rumah tangga? Suami? Istri? Anak? Dapur?

Pastinya sebagai seorang pelajar, hal yang paling lazim muncul di benak kita adalah “Kan masih kuliah/sekolah ?”  Yak, di usia yang masih seger-segernya ini, jangankan memikirkan untuk berkeluarga. Memikirkan mau jadi apa di masa depan  saja masih ragu.

Menikah memang sesuatu hal yang diharapkan oleh hampir semua manusia. Memutuskan untuk menikah bukanlah hal yang mudah, apalagi di usia yang masih belia. Sebenarnya menikah muda bukanlah hal yang jarang terjadi. Seperti yang kita tahu, zaman dulu bahkan sampai sekarang masih banyak orang tua yang memaksakan anaknya untuk menikah meski masih di bawah umur. Namun kendala yang di alami oleh pelajar seperti kita adalah pendidikan.

Berdasarkan hasil survey dari 40 mahasiswa/i Universitas Bakrie yang terdiri dari 20 orang pria dan 20 wanita. Lima  dari 20 pria sudah siap berkeluarga, dengan alasan usia mereka sudah produktif.

Ya saya sih udah siap ya. Seru aja kalau udah nikah, lagian kan udah produktif.” terang salah seorang mahasiswa.

Sementara, dari 20 wanita hanya dua orang yang menyatakan sudah siap berkeluarga.

Ya daripada pacaran mulu jadi berbuat zina. Pengen jadi ibu muda juga sih.”

Sisanya, menyatakan belum siap berkeluarga. Kendala yang mereka keluhkan saat ditanya “berkeluarga” adalah masih terikat pendidikan, belum siap, belum mapan, masih mau have fun, belum kerja, dan lain-lain.

Menikah saat usia muda memang masih kontroversial dikalangan pelajar. Namun, bagi yang sudah menjalani nya merasa tidak masalah menikah saat tengah terikat dengan pendidikan selama visi dari kedua pasangan itu sama. Salah satu dosen Universitas Bakrie yang dulunya menikah saat tengah terikat dengan pendidikan menyatakan bahwa memutuskan untuk menikah itu adalah sebuah prinsip masing-masing.

Menikah itu pertama, mungkin menikah muda itu tidak masalah. Bukan faktor mudanya, tapi faktor siap atau tidak siapnya. Siap secara materi non materi, siap ilmunya (ilmu pernikahan) , siap mengarungi episode kehidupan baru bersama orang lain secara bersama-sama.

Menikah di usia muda bukanlah sebuah tantangan ataupun paksaan. Menikah sebuah prinsip dengan modal siap, baik secara materi, ilmu dan tekad. “Jangan buru-buru menikah sepanjang belum siap. Jangan sampai menikah karena desakan teman, desakan pacar atau desakan apapun. Menikahlah jika sudah merasa butuh, merasa sudah siap.” Pesan Dosen kita yang sudah merasakan berkeluarga saat tengah terikat dengan pendidikan ini.

So, sudah siapkah anda berkeluarga?

Menikah Muda, Apa yang Harus Dipersiapkan?

Menikah merupakan sebuah keputusan besar yang membutuhkan pertimbangan yang matang dan persiapan yang mumpuni. Meskipun banyak mahasiswa yang belum siap untuk menikah, namun tidak ada salahnya jika kita para mahasiswa mengetahui persiapan apa saja yang harus ada dilengkapi sebelum memutuskan untuk menikah. Selain calon suami/istri yang akan dinikahi, persiapan apa saja yang harus dimiliki?

  • Emosional

Usia muda merupakan usia yang penuh gejolak emosi. Kadang kita mudah marah dan sedih hanya karena hal-hal kecil. Padahal, dalam pernikahan, diperlukan kematangan emosional dimana kita harus lebih bisa mengendalikan emosi kita. Apalagi dengan segala tanggung jawab besar yang harus diemban selama mengarungi bahtera rumah tangga, pastikan kita matang secara emosional sebelum memutuskan untuk menikah.

  • Finansial

Pernah dengar sindiran “Emang mau dikasih makan pakai cinta?” Mungkin sindiran ini cukup menjelaskan bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan finansial dari kedua belah pihak. Bukan untuk biaya resepsi, tetapi biaya hidup selama berumah tangga. Apalagi jika pasangan sudah memiliki keturunan, maka tanggungan biaya hidup juga akan semakin besar.

  • Psikologis

Kondisi psikologis juga harus diperhatikan. Jika kita masih belum bisa mencari jalan keluar atas masalah sendiri, atau memiliki jalan pikiran yang masih kekanak-kanakan, lebih baik kita menunda waktu pernikahan. Menikah berarti memutuskan untuk hidup bersama orang lain yang mungkin memiliki banyak perbedaan dengan diri kita, dan kita sudah tidak bisa lagi bergantung pada orang tua. Jika kita belum cukup dewasa dalam berpikir dan dalam memahami orang lain, sebaiknya pastikan lagi bahwa kita sudah siap untuk menikah.

  • Kesehatan

Pastikan bahwa kita memiliki kondisi kesehatan yang baik, terutama pada organ reproduksi. Jika memiliki masalah pada organ reproduksi, sebaiknya lakukan pengobatan dahulu sebelum memutuskan untuk menikah. Pastikan organ reproduksi sehat sehingga tidak mengganggu kehidupan rumah tangga nantinya.

 

Meskipun menikah muda atau tidak merupakan pilihan bebas setiap orang, namun pernikahan adalah ikatan sakral yang tidak bisa dijalani dengan main-main. Pastikan kita sudah memenuhi persiapan yang dibutuhkan sebelum menikah, dan pastinya siap dengan segala konsekuensi yang akan timbul setelah menjalani pernikahan. Lebih baik menikah ketika sudah mapan daripada menikah muda tetapi belum cukup matang untuk menikah, bukan?

(FK Bella/Fauziah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>