buy levitra online

Olahraga Saat Puasa, Mengapa Tidak?


images (2)

Ramadhan telah tiba, seluruh umat muslim bersuka cita menyambut bulan yang penuh berkah ini. Menandai dengan semangat menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Puasa berarti menahan lapar dan haus selama kurang lebih 14 jam. Mulai dari selepas sahur hingga waktu berbuka puasa di sore hari. Waktu ini kerap dijadikan alasan untuk bersantai dan melakukan kegiatan lebih ringan dari biasanya. Saat puasa tentu perut kita kosong menahan lapar dan haus, ditambah tuntutan pekerjaan yang membuat kita lelah, pikiran pun terkadang menjadi tidak fokus. Kalau sudah seperti itu, tidur adalah satu-satunya hal yang kita inginkan. Inilah godaan orang berpuasa terutama saat datang waktu sahur dan siang hari.

Jika pada bulan-bulan biasa kita awali pagi hari dengan senam atau lari pagi, di bulan ramadhan seringkali setelah sahur kita akan langsung tidur sebelum pergi bekerja. Olahraga di pagi hari pun enggan dilakukan. Sebenarnya, ujar Dr. Michael Triangto, SpKO, jika kita berolahraga rutin disaat puasa, tubuh akan lebih segar dan sehat. Bukan hanya itu, olahraga rutin di saat puasa juga dapat menghilangkan rasa lemas akibat berpuasa, asal dilakukan dengan benar.

“Menurut saya, ketika kita terbiasa untuk berolahraga rutin dan kita berhenti saat bulan ramadhan justru akan membuat tubuh kita terasa lesu. Hal ini saya rasakan berdasarkan pengalaman pribadi saya,” kata Rio, seorang mahasiswa Kedokteran Universitas Gajah Mada. “Sebaiknya olahraga tetap dilakukan, hanya porsi dan durasinya yang kita kurangi. Biasanya saya melakukan olahraga ringan selama kurang lebih 1-2 jam sebelum waktu berbuka puasa untuk menjaga sistem metabolisme tubuh,” tambahnya, saat ditemui setelah bermain badminton.

Faktanya aktifitas fisik saat berpuasa sebaiknya jangan dikurangi. Olahraga saat puasa, sebenarnya tidak akan membuat kita pingsan, karena meskipun tidak makan dan minum seharian, tubuh kita masih menyimpan cadangan energi. Bahkan, ketika kita menggerakkan tubuh, lemak yang ada di tubuh akan berubah menjadi glukosa yang akan menghilangkan rasa lesu, malas, dan ngantuk. Ini juga sekaligus, mengikis lemak berlebihan di tubuh kita.

Berhubung saat olahraga kita membutuhkan cairan tubuh lebih banyak, jadi waktu yang tepat untuk olahraga adalah 30 menit sampai 1 jam sebelum berbuka puasa. Karena dekat dengan waktu berbuka, kita tidak akan menunggu terlalu lama untuk minum dan mengganti cairan tubuh yang keluar saat olahraga. Pilih olahraga yang ringan seperti jalan kaki, bersepeda, tennis, atau bulutangkis. Yang terpenting, perhatikan frekuensi dan durasinya. Saat puasa, porsi olahraga boleh dikurangi sampai 50%-nya. Misalnya, saat tidak puasa, kita joging keliling kompleks 5 kali seminggu. Nah, saat puasa, porsinya dikurangi menjadi 3 kali seminggu saja. Jangan lupa juga untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sesudahnya. Supaya terhindar dari cidera dan nyeri otot saat latihan. (Anggun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>