buy levitra online

Atap Jawa, 17 Agustus 2013

HUT RI 68 Gunung Slamet

Perayaan HUT RI ke-68 di Puncak Gunung Slamet (Hart)

Bias surya kian menyingsing ke permukaan. Butiran kabut pelan-pelan turun berdampingan dengan hembusan angin dingin. Pepohonan tak hentinya menitikkan embun segar ke rerumputan. Kicauan burung-burung mungil berpadu dengan alunan gemercik mata air segar membuat kami seakan tidak jauh dari taman firdaus. Pagi itu, 16 Agustus 2013 kami melakukan pendakian ke salah satu atap Jawa, Gunung Slamet.

Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah dan urutan kedua gunung tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru di Jawa Timur. Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut dan terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Pemalang. Gunung Slamet sangat populer di kalangan pendaki, apalagi pada hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, banyak para pendaki yang ingin merayakan 17 Agustus di puncak Gunung Slamet.

Kami melakukan pendakian pada pukul 06.00 WIB tanggal 16        Agustus, melalui jalur pendakian Bambangan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Waktu tempuh yang kami habiskan menuju Pos V Bambangan adalah 4 jam dan kami langsung mendirikan camp untuk beristirahat. Pos V adalah pos terfavorit para pendaki Gunung Slamet untuk mendirikan camp sebelum menuju puncak, karena terdapat mata air serta jarak tempuh menuju puncak kurang lebih hanya dua jam. Setelah kami mendirikan camp dan memasak serta dilanjutkan dengan makan siang, kami langsung istirahat full.

Pukul 03.00 WIB tanggal 17 Agustus,  kami melanjutkan pendakian menuju puncak. Ada sekitar 200 orang lebih yang melakukan pendakian untuk merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-68 itu. Sorotan lampu senter oleh banyaknya para pendaki terlihat seperti rombongan kunang-kunang berterbangan dari kejauhan. Para pendaki kebanyakan sudah membawa bendera merah putih untuk siap dikibarkan di puncak gunung pada perayaan hari ulang tahun kemerderkaan Republik Indonesia.

Kami sampai di puncak pukul 05.00 WIB, sambil menunggu datangnya sunrise, kami sibuk mempersiapkan bendera merah putih untuk dikibarkan di puncak Gunung Slamet. Setelah sunrise tiba, semua para pendaki serentak mengibarkan bendera merah putih dan mengalunkan lagu Indonesia Raya secara bersamaan. Setelah mengabadikan momen tersebut, para pendaki beransur meninggalkan puncak dan kembali ke camp masing-masing dan kami pun ikut menuruni puncak bersama-sama para pendaki lainnya.

Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa, dan memberikan kesan yang mendalam karena bisa memperingati detik bersejarah bangsa di sebuah tempat yang bisa membuat kita merasa benar-benar bangga menjadi bagian dari Indonesia.  (Hart)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>