buy levitra online

Empat Imam Besar Heavy Metal Kembali Dalam Konser Yang Spektakuler

Konser Metallica

Konser Metallica di Jakarta, 25 Agustus 2013. (sumber @BlackRock_Ent)

Kesempatan tidak akan datang dua kali. Namun bagi puluhan ribu metalhead Indonesia yang memenuhi stadion utama Gelora Bung Karno pada Minggu malam (25/8), kalimat tersebut jelas tidak terbukti. Band yang pada tahun 1993 pernah menggelar konser di Jakarta, kembali untuk menuntaskan penantian panjang dua puluh tahun tersebut. Metallica menggeber Jakarta habis-habisan untuk kedua kalinya.

Konser yang dipromotori oleh Blackrock Entertainment ini merupakan akhir dari rangkaian tur Metallica di Asia ini menjadi pembuktian sekali lagi bahwa penikmat musik di Indonesia merupakan salah satu yang patut diacungi jempol. Tercatat bahwa konser Metallica di Jakarta semalam berhasil menarik penonton terbanyak di antara negara lain yang mereka sambangi dalam tur ini. Seluruh penganut heavy metal di Gelora Bung Karno bisa berbangga hati ketika melihat stadion kebanggaan negaranya sontak menghitam dan padat.

Pesta metal besar-besaran tersebut dibuka oleh band metal kenamaan Jakarta, Seringai. Sebagai band yang memegang tanggung jawab penuh membuat bangga nama baik metal Indonesia malam tadi, Seringai tampil habis-habisan. Penonton dengan suka rela memberi suara mereka untuk ikut bernyanyi bersama Seringai.

Usai Seringai membuka perhelatan,  penonton harus bersabar lagi menunggu Metallica muncul. Konser yang direncanakan dimulai pukul 20.00, akhirnya baru menghentak pukul 20.30. Tapi penonton yang hadir jelas tidak terlalu peduli jika hanya dibuat menunggu setengah jam, bukankah dua puluh tahun sudah merupakan kesabaran yang sangat teruji?

Kesabaran itulah yang akhirnya terjawab ketika James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammet, Robert Trujillo, empat imam besar dalam sekte heavy metal muncul dengan nomer pembuka ‘Hit The Lights’. Para metalhead tak lagi bisa menahan diri. Berteriak, melompat, dan mengacungkan jari telunjuk dan kelingking ke udara adalah menjadi reaksi spontan malam itu. Metallica pun tahu benar apa yang harus dilakukan untuk mengikat metalhead yang hadir sejak menit-menit awal. Tanpa banyak basa-basi, nomer sakral ‘Master of Puppets’ pun digeber habis. Gema takbir sekte heavy metal pun berkumandang kencang ketika Hetfield memimpim teriakan ‘Master! Master!’ dari atas panggung. Disusul ‘Fuel’, dan ‘Ride The Lightning’ yang semakin memompa kegilaan para metalhead untuk ber-headbang ria.

Setelah lagu ketiga, James Hetfield menyapa seluruh penonton di GBK. Tanpa segan, ia bertanya dengan akrab, “It’s been twenty years, Jakarta! Do you miss your friends in Metallica?” Sontak penonton pun mengiyakan dengan kencang. Kemudian konser dilanjutkan dengan nomer pelan ‘Fade To Black’ dan nomer klasik ‘The Four Horsemen’ yang diambil dari album perdana mereka Kill ‘Em All. Setelah itu berturut-turut ‘Cyanide’, ‘Welcome Home (Sanitarium)’, ‘Sad But True’, ‘Orion’, ‘One’, ‘For Whom The Bell Tolls’ dimainkan.

Suasana di venue makin memanas ketika ‘Blackened’ menjadi lagu berikutnya. Puluhan ribu metalhead yang hadir menggila lebih gawat. Moshpit pun terbentuk, tubuh berbenturan, dan meneriakkan lirik lagu sekeras mungkin adalah upaya yang harus dilakukan jika tidak mau konser seluar biasa ini hanya bisa dikenang dari gambar rekaman video gadget. Atmosfer haru menyelimuti GBK ketika intro dari salah satu lagu Metallica yang paling laris terjual, ‘Nothing Else Matters’ dimainkan. Teriakan semakin membahana. Semuanya larut dalam euforia yang mungkin tidak pernah mereka duga sebelumnya akan terjadi lagi di Jakarta. Ketika bagian reff “Never cared for what they do.. Never cared what they know..” berkumandang, Hetfield tahu ia tidak butuh bersusah payah menyanyikan lagu ini.

Setalah dibuat haru, GBK dibuat bergetar lagi oleh ‘Enter Sandman’. Mungkin kedua lagu ini memang dua lagu yang paling diterima di pasaran, tak heran seisi GBK bisa dengan fasih menyanyikan kedua lagu ini. Keempat personel Metallica pun tak urung hanya bisa terus menebar senyum melihat antusiasme penonton. Begitu ‘Enter Sandman’ ditutup, keempat personel Metallica menanggalkan alat musiknya dan pergi dari panggung.

Konser sudah selesai? Belum. Menghilangnya personel Metallica ke belakang panggung jelas hanya merupakan pancingan standar konser untuk mendengar penonton berteriak “We want more! We want more!” Siapa pula yang percaya bahwa Metallica sekejam itu untuk melewatkan nomer-nomer seperti ‘Creeping Death’ dan ‘Seek And Destroy’? Terbukti para personel Metallica kembali ke panggung dengan diawali lelucon James Hetfield yang menunjuk-nunjuk pergelangan tangannya dan mengatupkan kedua tangan sambil menaruh di pipi seolah ingin berkata “Sudah malam, waktunya tidur”. Metalhead Indonesia juga tahu harus berbuat apa. Toh mereka sudah tidur panjang selama dua puluh tahun demi malam ini. Tagihan “We want more!” terus diteriakkan makin kencang.

Konser pun dilanjutkan dengan encore penuh energi lewat ‘Creeping Death’, ‘Fight Fire With Fire’, dan ‘Seek And Destroy’. Sebelum Metallica benar-benar menutup pertunjukan malam itu, tak henti-hentinya mereka mengucapkan kata ‘terima kasih’ dalam bahasa Indonesia sambil membentangakn bendera merah putih di panggung. Penonton pun bertepuk tangan meriah. Beberapa terlihat berpelukan bahkan menangis.

Dalam durasi sekitar dua jam, para metalhead Indonesia disuguhi oleh sebuah konser kelas wahid. Tata panggung, suara, pencahayaan, hingga sorot kamera yang menakjubkan telah membuat konser ini tercatat sebagai sebuah konser spektakuler yang pernah terjadi di tanah air. Menyangsikan keganasan Metallica dengan mengatakan bahwa Metallica sudah tidak metal lagi mungkin merupakan khilaf semata jika merujuk pada aksi mereka malam tadi. Dahaga dua dekade puluhan ribu metalhead yang hadir pun terpenuhi hingga puas tanpa menahan gejolak apapun. Satu-satunya yang membekas adalah ingatan bahwa pertemuan mereka dengan empat imam besar mereka tadi malam tentu terlalu surealis untuk dilupakan. (Rizaldy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>