buy levitra online

Pendakian Massal Universitas Bakrie berjalan Sukses

Peserta Pendakian Massal KMPA Wicaktala, Gunung Gede.

Peserta Pendakian Massal KMPA Wicaktala, Gunung Gede.

KMP Wicaktala mengadakan pendakian massal yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Bakrie. Pendakian massal di lakukan di Gunung Gede yang termasuk dalam Area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sabtu – Minggu, 16 s.d. 17 November 2013. Acara ini diikuti oleh sedikitnya 30 Mahasiswa dan Alumni Universitas Bakrie dan merupakan acara tahunan yang di lakukan oleh UKMa KMPA Wicaktala mulai tahun ini. Peserta yang mengikuti acara ini terlihat sangat antusias, karena banyak dari mereka belum pernah mendaki gunung sebelumnya dan ingin mencoba hal yang baru.

Kami berangkat dari kampus menuju basecamp pendakian Gunung Gede, Cibodas pada hari Jumat tepatnya Pukul 22.30 WIB dengan menggunakan truk tronton dan sampai di lokasi pada Pukul 01.00 dini hari. Setelah tiba di lokasi, peserta diarahkan menuju tempat peristirahatan yang disediakan oleh pihak pengelola TNGGP. Tiba di peristirahatan, peserta diarahkan untuk segera beristirahat, agar kondisi fisik prima saat melakukan pendakian pagi harinya.

Pukul 05.00 pagi peserta mulai  bersiap-siap untuk melakukan pendakian, mulai dari packing ulang, sarapan, dan salat subuh. Pukul 06.00 WIB peserta dan seluruh panitia acara memulai pendakian dari Pos Pendakian TNGGP.  Di dalam perjalanan, kami disuguhi panorama alam yang hijau, mulai dari pepohonan yang masih asri, kicauan burung-burung mungil, dan nyanyian hewan-hewan primata yang memecahkan keheningan di pagi hari.

Diperjalanan banyak wisatawan mendatangi kawasan wisata Air Terjun Cibereum, karena jalur menuju air terjun tersebut juga merupakan jalur pendakian Gunung Gede Pangrango. Dan yang membedakan adalah persimpangan antara air terjun dan menuju puncak Gunung Gede Pangrango. Waktu yang dibutuhkan menuju kawasan wisata air terjun tersebut kira-kira hanya 1 jam perjalanan, jauh dari waktu yang kami butuhkan untuk menuju Puncak Gunung Gede yaitu kurang lebih 8 jam perjalanan.

Kira-kira 4 jam perjalanan kami sampai di Pos Air Panas. Di area Pos Air Panas terdapat aliran air panas yang cukup untuk mematangkan telur dalam waktu 1 jam, tetapi ada aliran air hangat yang biasa digunakan untuk relaksasi para pendaki yang lelah atau untuk sekedar menghangatkan badan. Setelah beristirahat cukup, kami melanjukan perjalanan menuju Pos Kandang Batu. Di area Pos Kandang Batu banyak para pendaki yang mendirikan camp untuk sekedar beristirahat dan makan siang, tetapi panitia merekomendasikan agar kami makan siang di Pos berikutnya, mengingat waktu masih pukul 11.30 WIB. Setelah selesai istirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Pos berikutnya, yaitu Pos Kandang Badak. Pos Kandak Badak merupakan pos terfavorit bagi para pendaki untuk mendirikan camp sebelum menuju puncak di pagi harinya. Sebelumnya kami akan mendirikan camp di lembah Gunung Gede yaitu Lembah Suryakencana, namun dengan kondisi peserta yang sudah lelah dan cuaca agak sedikit mendung, akhirnya panitia memutuskan untuk mendirikan camp di Pos Kandang Badak. Pukul 12.30 WIB kami sampai di Pos Kadang Badak, dan peserta diarahkan untuk segera mendirikan camp agar jika terjadi hujan dapat langsung masuk ke dalam tenda.

Pukul 20.00 WIB kami diarahkan agar berkumpul di camp panitia untuk sekedar bercanda ria, games, sharing session antar peserta, dan menikmati malam di area TNGGP. Sekitar pukul 22.00 WIB kami mulai memasuki tenda masing-masing agar segera beristirahat untuk persiapan summit-attack di pagi harinya. Tepat pukul 03.00 WIB peserta dibangunkan panitia untuk bersiap-siap melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Gede yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Perserta diwajibkan hanya membawa air, makanan ringan, dan peralatan dokumentasi, selain itu barang-barang bawaan lainnya di masukkan di dalam tenda. Selang setengah jam peserta siap melanjutkan pendakian dan sudah lengkap dengan headlamp masing-masing. Trek yang dilalui menuju puncak berupa jalan setapak kecil dengan akar-akar pohon mencuat kepermukaan jalan dan gelap gulita menyelimuti perjalanan kami menuju puncak. Selang 1 jam perjalanan, kami menemui berbagai rintangan jalan yang semakin menanajak, diantaranya yang menjadi hambatan para pendaki Gunung Gede adalah Tanjakan Setan. Tanjakan Setan adalah tanjakan berupa batu besar dengan tinggi kira-kira 20 meter dan pendaki harus menaiki batu tersebut dengan menggunakan tali tambang yang sudah tersedia. Kemiringan Tanjakan Setan mencapai 80 derajat dengan kanan dan kiri tanjakan tesebut berupa jurang yang mematikan, mungkin karena itu disebut sebagai Tanjakan Setan. Pendaki harus ekstra hati-hati melewati tanjakan tersebut.

Pukul 07.30 kami akhirnya sampai di puncak Gunung Gede yang memiliki tinggi 2958 meter di atas permukaan laut, namun kami tidak menjumpai sunrise di puncak, karena harus melalui Tanjakan Setan yang memakan waktu cukup banyak, cuaca pagi itu berkabut dan badai senantiasa memperlambat perjalanan kami.

Puncak Gunung Gede adalah puncak tertinggi ke-3 di Provinsi Jawa Barat, setelah puncak Gunung Ciremai 3078 mdpl dan puncak Gunung Pangrango 3019 mdpl. Gunung Pangrongo adalah gunung yang bersebelahan dengan Gunung Gede, hanya terdapat persimpangan setelah Pos Kandang Badak yang memisahkan para pendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Setelah mendokumentasikan momen kami berada di puncak, kami langsung menuju ke Lembah Surya Kencana Gunung Gede. Kami harus menuruni puncak, namun jalur menuju Surya Kencana berbeda dengan jalur kami menaiki puncak Gunung Gede sebelumnya. Waktu yang dibutuhkan untuk menuju Surya Kencana kira-kira 30 menit perjalanan dengan jalur berupa bebatuan tersusun rapi.

Lembah Surya Kencana berada di ketinggian 2750 meter di atas permukaan laut dan memiliki luas bentangan yang mencapai 50 hektar. Lembah Surya Kencana berupa padang savanna  berwarna keemasan dan di bagian pinggirnya ditumbuhi tumbuhan Edelweis yang akrab disebut sebagai bunga abadi oleh para pendaki. Di Surya Kencana kami memasak untuk sarapan pagi dan tidak lupa mendokumentasikan momen indah di padang hampir seluas lapangan terbang. Selesai itu, kami bersiap-siap untuk pulang menuju camp kami di Pos Kandang Badak. Setelah sampai di camp, peserta diarahkan untuk segera beristirahat sejenak dan dilanjutkan persiapan pulang menuju basecamp pendakian Cibodas. Pukul 19.30 WIB kami sampai di basecamp pendakian TNGGP Cibodas, cukup memakan waktu cukup lama dari mulai pukul 14.00 kami start dari Pos Kandang Badak. Sebab hujan tak henti mengguyur kami dari mulai Pos Kandang Badak hingga sampai di  basecamp awal pendakian.

Sesudah sampai di basecamp dan cukup untuk beristirahat sejenak, peserta diarahkan untuk segera menuju trukt ronton yang sudah menjemput kami untuk pulang menuju Jakarta. Tepatnya pada Pukul 23.30 Minggu dini hari kami sampai di Kampus tercinta kami, dan tidak berselang lama kami mulai pulang menuju rumah masing-masing. (Hart)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>