buy levitra online

Review Buku: Follow Your Passion

follow your passion 1

Identitas Buku:

Judul               : Follow your Passion

Penulis             : Muadzin F. Jihad

Penerbit           : Transmedia

Tempat terbit   : Ciganjur, Jakarta

Cetakan           : Cetakan pertama, 2012

Tebal buku      : 216 halaman

Buku ini ditulis oleh seorang entrepreneur yang bernama Muadzin F. Jihad. Alasan dia menulis buku ini adalah karena dia tidak mau ada orang yang bunuh diri karena dia. Mengapa bisa ada orang bunuh diri jika ia tidak menulis buku ini? Karena mayoritas manusia tidak benar-benar hidup. Seperti zombie yang raganya hidup, tetapi hatinya mati. Atau seperti robot yang hidupnya diprogram oleh orang lain. Yang dimaksud hidup di sini adalah manusia yang hatinya hidup, manusia yang berani hidup dalam impian yang dia angankan sejak lama. Hidup seharusnya tidak sekedar menjalani rutinitas. Jika manusia hidup dalam passion, manusia tidak lagi “bekerja” karena pekerjaannya adalah “permainan” baginya.

Awalnya, Muadzin menulis buku ini karena menyanggupi tantangan menulis buku dalam 30 hari. Ia berjanji akan menyelesaikan naskah bukunya tepat pada 27 Februari 2012 (sekitar 40 hari) sebagai kado ulang tahunnya. Buku yang berisi pengalaman pribadinya dalam mewujudkan impian menjadi seorang entrepreneur. Menulis buku memang impian dan resolusi yang ingin ia capai di awal tahun 2011, namun baru terwujud di tahun 2012. Dalam menulis buku ini, ia terinspirasi oleh film 3 Idiots. Film ini berpesan, hiduplah dalam passion, maka hidupmu akan bahagia, berarti bagi orang lain, dan bagi alam semesta.

Ia tidak ingin ada orang yang bunuh diri karena tidak berani mengambil tantangan atau karena hidup tertekan dalam aturan dan sistem yang dibuat oleh orang lain. Kita semua telah dibekali Tuhan dengan potensi yang luar biasa. Bagaimana kita memanfaatkan potensi tersebut untuk kehidupan, itulah bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan. Dalam diri kita sudah tertanam partitur lagu kesuksesan, kita tinggal memainkan lagu masterpiece tersebut. Sayangnya, banyak orang yang tidak bisa memainkan lagu itu dengan sempurna. Bahkan ada yang tidak sempat memainkan lagu itu hingga akhir hayatnya. Terkadang hidup kita disibukkan dengan memainkan lagu yang disodorkan orang lain, lagu yang tidak sesuai dengan jiwa kita. Padahal lagu itu ada dalam diri kita sendiri. Karena suara hati kitalah yang tahu, akan menjadi apa kita sejatinya.

Anggun Putri Pratiwi

Accounting, Universitas Bakrie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>