buy levitra online

Permasalahan Akademik Jelang Akhir Semester

Hari-hari menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) ternyata menimbulkan masalah tersendiri bagi mahasiswa-mahasiswi Universitas Bakrie. Selain harus mengejar dan mempersiapkan materi yang akan diujikan, permasalahan lain yang muncul adalah presensi (kehadiran), pembayaran uang kuliah, dan bentroknya jadwal ujian.

Permasalahan ini pun dikeluhkan oleh mahasiswa, salah satunya mahasiswa Akuntansi angkatan 2012, Piety Santa Sari Siahaan. “Saya dan beberapa teman dianggap tidak hadir pada satu mata kuliah karena pindah kelas. Padahal, kami sudah koordinasi sebelumnya dengan Biro Akademik dan atas izin dosen yang bersangkutan. Kami tidak tahu jika harus membuat surat pernyataan karena tidak dikomunikasikan sebelumnya,” ujarnya yang terancam tidak dapat mengikuti ujian karena masalah presensi.

Dalam Forum Sosialisasi dan Komunikasi yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa, Senin (15/12), Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) Universitas Bakrie, Kuspriyanto, S.H., M.H., dan Wakil Rektor Bidang Non Akademik, Dr. Darminto, MBA, mengakui sedikitnya ada lima permasalahan akademik menjelang akhir semester ganjil Tahun Ajaran 2014/2015 ini, diantaranya:

1. Ketidaksesuaian Presensi secara Manual dan Portal BIG (Bakrie Information Gateway)
Kehadiran mahasiswa secara fisik mungkin terpenuhi, tetapi belum tentu dengan kehadiran yang tercantum dalam BIG. Bapak Darminto mengaku, salah satu penyebab hal ini terjadi karena adanya data yang hilang pada awal semester. Bapak Kuspriyanto pun menambahkan, BAA sedang memperbaikinya dan akan selesai sebelum pemberian kartu ujian.

2. Inkonsistensi Presensi yang Dilakukan Dosen
Masih banyak dosen yang mengisi presensi mahasiswa hanya secara manual. Ada pula dosen yang mengisinya secara online, namun belum konsisten. Mereka terkadang mengisi presensi secara online dan terkadang hanya manual.

3. Mahasiswa Merasa Menjadi “Ping-Pong” saat Pengambilan Kartu Ujian
Menjelang akhir semester, banyak mahasiswa yang merasa seperti bola ping-pong yang dilempar ke sana ke mari akibat masalah birokrasi. Hal itu terjadi karena banyak pula mahasiswa yang memiliki masalah keuangan dan pelaporannya dilakukan mendekati hari H. Padahal, kampus memiliki aturan sendiri yang dianggap mempersulit mahasiswa. Terkait masalah ini, Bapak Darminto memberikan solusi dengan membuat pengumuman terkait pelunasan pembayaran serta mahasiswa yang tidak melapor secara mendadak.

4. Pengambilan Kartu Ujian yang Hanya Bisa Dilakukan pada Waktu Tertentu
Sebelumnya, mahasiswa yang belum mendapatkan kartu ujian hanya bisa mengambil kartu ujian pada hari dan jam tertentu. Bapak Kuspriyanto mengaku akan membuat waktu pengambilan kartu menjadi lebih fleksibel dan BAA akan melayani pengambilan kartu sewaktu-waktu.

5. Pembuatan Surat Keterangan dan Transkip Nilai yang Dinilai Lama
Menjelang akhir semester, banyak mahasiswa yang meminta surat keterangan ataupun transkip nilai, terutama untuk mereka yang akan melakukan magang. Jika biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan surat keterangan dan transkip nilai memerlukan waktu 3 hari kerja, kini BAA akan mengusahakan untuk menyelesaikannya pada hari itu juga, dengan catatan Kepala BAA masih ada di kampus.

Sebagai penutup, Bapak Kuspriyanto pun mengatakan akan berusaha untuk memangkas birokrasi kampus agar semakin mudah.

(BDHP/ RITMA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>