buy levitra online

NATIONAL ACCOUNTING SEMINAR : MENGINTIP PELUANG AKUNTAN DALAM ASEAN ECONOMIC COMMUNITY

photo

Sumber: @AF_UB2015

Jakarta (14/3), Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Bakrie (HMA-UB) kembali menggelar National Accounting Seminar dengan tema ”The Impact of IFRS Adoption and AEC to the Accountants in Indonesia”. Acara yang bertempat di Ruang 1 dan 2 Kampus Universitas Bakrie tersebut merupakan salah satu rangkaian dari Accounting Fair 2015, yang sudah berjalan sejak tanggal 11 Maret lalu. Seminar yang menghadirkan Agung Purwanto, S.E., AK., CPA., CA, member EY Global sebagai pembicara, berjalan lancar meski sempat mengalami keterlambatan. Seminar kali ini dipandu oleh Nur Abdillah, Ak., M.M., C.A., CPSK., Dosen Universitas Bakrie, sebagai Moderator.

Dalam seminar kali ini, dibahas mengenai perkembangan IFRS (International Financial Reporting Standard) di Indonesia serta dampak pengaplikasian IFRS bagi perusahaan dan karir akuntan Indonesia dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah akuntan yang tidak sedikit, namun daya saing yang dimiliki Indonesia di bidang akuntansi keuangan masih rendah. Hal ini mengingat pengaplikasian IFRS masih belum optimal jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain seperti Filipina. Banyak akuntan yang belum memahami IFRS dikarenakan perusahaan – perusahaan masih menerapkan old paradigm.

Selain itu, daya saing yang rendah tersebut juga disebabkan oleh faktor penguasaan bahasa Inggris dan communication skill yang masih kurang. Hal ini berbeda dengan kondisi di beberapa negara ASEAN lain seperti Filipina dan Singapura, yang bahkan sudah bisa mengekspor akuntan ke negara lain. Namun demikian, peluang untuk profesi akuntan masih terbuka lebar dalam era AEC.

Seminar yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pembacaan kesimpulan oleh moderator. Peserta seminar yang merupakan mahasiswa dari berbagai universitas tersebut terlihat antusias dan puas dengan penyelenggaraan seminar kali ini. Namun, menurut salah satu peserta, masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan seminar ini terutama dari segi kesiapan panitia dan hal – hal teknis.

Overall sih bagus, terus seminarnya juga seru apalagi pas tanya jawab. Mungkin kurangnya dari panitia aja sih, terkesan kurang siap gitu, tapi untuk kesuluruhan acara bagus kok,” jelas Yuni, mahasiswa Universitas Widya Mandala, Surabaya.

Hal ini diakui oleh pihak panitia yang mengatakan bahwa persiapan untuk keseluruhan acara terkendala oleh waktu yang singkat, selain itu juga banyak terjadi miskomunikasi antara panitia.

“Memang, dari segi persiapan sebenarnya masih kurang karena waktunya nggak banyak. Selain itu juga kadang ada misscomm sama panitia yang lain,” jelas Elsa Bamba Fairuz, Ketua Pelaksana Accounting Fair 2015.

National Accounting Seminar tahun ini merupakan rangkaian terakhir dari keseluruhan acara Accounting Fair 2015 yang berlangsung 11-14 Maret 2015. Memasuki tahun ke-5, AF tahun ini mengusung tema “The Adoption of International Financial Accounting Standard Among The Countries in Southeast Asia to Face Asean Economic Community ( AEC ) 2015”. Selain seminar, terdapat juga acara lain yaitu A-Essay, A-Champ, dan company visit yang sudah berjalan sejak hari pertama.

“Untuk tahun ini, sebenarnya acara-acaranya masih sama seperti tahun lalu. Hanya saja tahun ini kita punya sub-acara baru yaitu company visit ke Ernst & Young. Harapannya untuk AF tahun depan bisa lebih baik lagi, terutama untuk detail acara dan mekanisme lomba,” tukas Elsa.

Penulis: Apriza SP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>