buy levitra online

Tanggapan untuk “Cheloteh Muda!”

Jakarta, 23 Maret 2015 – Menanggapi opini yang disampaikan secara terbuka oleh Andrew Prasetya sebagai salah satu anggota Keluarga Mahasiswa Universitas Bakrie (KM-UB) dari Ilmu Politik 2011, Senat Mahasiswa Universitas Bakrie menanggapi hal ini dengan positif. Kritik dan tanggapan penulis terhadap Senat Mahasiswa yang ditulis melalui blog pribadinya (cheloteh.blogspot.com) menjadi salah satu bukti kepeduliannya terhadap perkembangan lembaga legislatif mahasiswa di Universitas Bakrie. Kritik yang disampaikan sangat membangun untuk perkembangan Senat Mahasiswa kedepannya, namun dalam tulisan yang di-posting pada Sabtu, 21 Maret 2015 kemarin, penulis juga menyantumkan beberapa poin yang mungkin masih membutuhkan penjelasan dan pemahaman lebih lanjut. Oleh karena itu, melalui press release, Senat Mahasiswa mencoba memberikan beberapa pemahaman atas poin-poin yang dituliskan oleh penulis.

Poin pertama yang ingin diluruskan disini yaitu mengenai konflik saat angkatan pertama Ilmu Politik ingin membentuk organisasi mahasiswa. Melalui release ini, Senat Mahasiswa meminta maaf jika penulis merasa bahwa golongannya dikucilkan oleh KM-UB. Namun, mediasi untuk mengajak golongan Ilmu Politik 2011 untuk mengikuti Pra Himpunan sebagai salah satu syarat untuk menjadi Himpunan Mahasiswa yang sesuai dengan sistem KM-UB telah dilakukan sebelumnya dimana pihak Senat Mahasiswa pada waktu itu bersama pihak kemahasiswaan Universitas Bakrie juga telah mencoba berdiskusi dengan Ketua Program Studi Ilmu Politik. Sayangnya, mediasi tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan dimana Ketua Program Studi Ilmu Politik saat itu tidak mendukung akan adanya Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik yang sesuai dengan sistem KM-UB. Sebagai himpunan yang berdiri di luar KM-UB, Ilmu Politik 2011 harusnya telah mengetahui perbedaan mereka dan perbedaan hak-hak yang dimiliki dengan himpunan lainnya yang secara resmi diakui oleh KM-UB.

Poin selanjutnya yang ingin disampaikan oleh Senat Mahasiswa yaitu persepsi mengenai Sidang Pertanggungjawaban (SPJ) yang sering disalahartikan oleh KM-UB sebagai ajang Senat Mahasiswa mencari kesalahan organisasi eksekutif seperti BEM dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). SPJ pada hakikatnya merupakan sarana musyawarah dan evaluasi bersama terhadap kinerja organisasi dalam satu periode kepengurusan. SPJ bukanlah ajang untuk menghakimi sebuah organisasi namun sebagai ajang untuk melakukan musyawarah dua arah dimana Senat Mahasiswa pada SPJ akan membahas kinerja organisasi selama satu kepengurusan dengan memberikan pertanyaan atau meminta klarifikasi atas suatu hal. Tidak hanya Senat Mahasiswa yang dapat memberikan pertanyaan, namun anggota KM-UB lainnya yang merasa adanya suatu hal yang perlu dijelaskankan lebih lanjut oleh BEM ataupun HMPS sebagai organisasi eksekutif juga dapat memberikan pertanyaan maupun masukan. Adanya “catatan” bukanlah hal yang menjadi bagian utama dari pelaporan hasil kinerja satu periode kepengurusan organisasi eksekutif mahasiswa tersebut. Catatan dalam SPJ bukanlah suatu keburukan dari organisasi, dan bukanlah suatu hal yang perlu ditakuti. Catatan yang digunakan dalam SPJ diberikan agar pengurus organisasi periode
selanjutnya dapat mengetahui dan belajar dari kekurangan kepengurusan sebelumnya. Catatan disini merupakan revisi akhir atas revisi redaksional maupun konten yang mungkin telah diberikan Senat Mahasiswa sebelumnya. Pembahasan dalam SPJ pun akan selalu disempurnakan baik dari sistem maupun konten yang akan dibahas saat SPJ berlangsung.

Sedangkan untuk poin terakhir mengenai kesalahpahaman terkait dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik saat ini dengan Senat Mahasiswa, Senat Mahasiswa meminta maaf atas sikap yang mungkin disesalkan oleh KM-UB. Hal ini menjadi pelajaran bagi Senat Mahasiswa untuk kedepannya agar dapat menjadi lebih baik. Oleh karena itu, Senat Mahasiswa sangat mengapresiasi adanya masukan yang dapat membangun seperti ini dan menghimbau agar seluruh anggota KM-UB untuk tidak ragu dalam menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada Senat Mahasiswa jika ada hal yang tidak berkenan. Jika seorang Senator terbukti melakukan hal yang tidak berkenan, Senat Mahasiswa tidak akan ragu untuk memberikan sanksi kepada Senator tersebut sesuai sistem yang
berlaku.

Aspirasi anggota KM-UB juga dapat disampaikan secara langsung melalui Senator golongan masing-masing agar dapat dengan cepat langsung ditindak lanjuti oleh Senat Mahasiswa. Maka dari itu, alangkah baiknya jika setiap golongan memiliki perwakilan dalam Senat Mahasiswa untuk memudahkan golongan tersebut dalam menyalurkan aspirasinya. Senat Mahasiswa membuka pintu untuk seluruh anggota KM-UB dari masing-masing golongan untuk menjadi bagian dari Senat Mahasiswa dan menjadi bagian aktif dalam melakukan perubahan untuk perkembangan kehidupan organisasi yang lebih baik kedepannya melalui Regenerasi Senat Mahasiswa Universitas Bakrie. Akhir kata, mari bersama kita menjadi lebih aktif dalam melakukan pergerakan untuk perubahan yang lebih baik kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>