buy levitra online

Suara Mahasiswa: “Hari Anti Korupsi Sedunia Diperingati, tapi Korupsi Masih Merajalela”

Jumat, 9 Desember 2011 merupakan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.  Mahasiswa  jika ditanyakan pendapat mereka tentang apakah mereka anti terhadap korupsi,  dapat dipastikan hampir seluruhnya akan menjawab, “Ya, saya anti korupsi, saya sangat membenci koruptor, saya sangat benci melihat para koruptor merajalela di Indonesia.”  Tapi jika kita bertanya kepada mereka, apakah mereka tahu bahwa ada Hari Peringatan Anti Korupsi Se-Dunia, kebanyakan mereka menjawab “Emang ada ya?” dan mereka akan memberikan berbagai macam alasan. Hahaha :D , sungguh menarik. Mari kita lihat jawaban dari beberapa Mahasiswa/i dari beberapa kampus yang tersebar di Indonesia tentang hal ini dan pendapat mereka tentang korupsi…

—–> Tau nggak kemaren itu Hari Anti Korupsi se-Dunia?

“Enggak, haha. Lagian ya, diperingati atau nggak, toh korupsi jalan trus.”

(Fadhilla Khair – Teknik Sipil, Universitas Andalas)

 

“Enggak, tapi kalau kemaren hari anti korupsi, kenapa tetep masih ada aja orang yang korupsi? Hahaha.”

(Heru Tri Yuza – Teknik Industri, Universitas Bakrie)

 

“Tau kok, tanggal 9 kemaren kan?, kenapa?”

(Aziz Falaqurrizky, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)


—> Bagaimana pendapat kalian tentang korupsi di Indonesia?

“Korupsi di Indonesia masih parah banget lah kalo menurutku. Pemerintah masih lemah dalam menindaklanjuti masalah korupsi ini. Uang masih segalanya.”

(Purnawati Laksana – Biologi, Universitas Gajah Mada)

 

Kkorupsi saat ini adalah suatu permasalahan yang sangat sulit dibasmi. Ini disebabkan oleh korupsi itu sendiri yang sudah mengakar dalam kehidupan di Indonesia. Setau saya sih korupsi itu udah ada sejak jaman penjajahan Belanda..”

(Kevin Erwansyah Akbar – Teknik Tambang, Universitas Islam Bandung)

 

—> Menurut kalian bagaiman cara mengatasi korupsi di Indonesia?

“Kalau sekarang kan korupsi di Indonesia sudah merajalela, jadi hal pertama yang harus dilakukan pemerintah khususnya DPR (yang notabenenya tidak memperjuangkan rakyat miskin) adalah membuat sanksi hukum yang tegas tentang pidana korupsi”

(Eko Septianto – EVE, STT HOLCIM)

 

“Menurut aku sih, dimulai dari pendidikan yang efektif. Karena dunia pendidikan di Indonesia sebagian besar masih belom memenuhi kriteria yang cukup baik, hanya menilai dari segi nilai saja tetapi segi akhlak dan moral tidak begitu diperhatikan. Buktinya adalah para pemimpin kita yg korupsi itu, tidak mungkin seorang pemimpin itu bisa jd pemimpin kalau dia tidak memiliki intelektual yang bagus. Sayang, hanya intelektual saja yg dia pakai untuk memuaskan nafsu duniawi nya saja tanpa memikirkan bahwa yang dia lakukan itu adalah perbuatan yang dibenci oleh Tuhan”

(Septian Syah – Konservasi sumberdaya & Ekowisata, Institut Pertanian Bogor)

 

–> Kalian pernah nggak ngelakuin hal-hal yang berbau korupsi?

“Semuanya pasti pernah, tapi nggak nyadar aja, contohnya menyontek haha.”

(Abinowo Ananta- Game Research and Production, UII) 


–> Apa nih harapannya untuk KPK dan Koruptor?

“Kalau buat KPK, semakin baiklah. Bener-bener kalau mau nuntasin korupsi, jangan sampe oknum KPK-nya yang korupsi. Benerin dulu internal KPK-nya baru berantas korupsi.
Kalau masalah korupsi, itu tergantung pribadi masing-masing ya. Jadi, sebenernya biar ga ada korupsi lagi, generasi mudanya yang dibenerin, dari hal-hal kecil deh, kaya belajar jujur pas ujian”

(Nurulfajri Oktaviani – Sistem Informasi, Universitas Indonesia)

“Harapannya buat KPK, coba lobi ke Mendiknas untuk merubah sistem pendidikan di indonesia, agar tidak hanya mengedepankan nilai saja tetapi jg harus mengedepankan akhlak perilaku, dan dapat menciptakan karakter yang baik. Liat tuh para koruptor apakah meraka orang bodoh? tentu tidak kan?. Mereka itu semua orang pintar tetapi tidak memiliki akhlak yg baik dan karakter yg baik pula. Saran buat koruptor, kalau tidur jangan lupa minum obat tidur supaya nyenyak tidurnya, karena anda para koruptor tidak bakalan bisa nyenyak tidur haha.”

(Septian Syah – Konservasi sumberdaya & Ekowisata, Institut Pertanian Bogor)

Begitulah,  para mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia cukup jelas menyatakan pendapatnya tentang korupsi di Indonesia. Satu harapan yang dapat disimpulkan dari tanya jawab ini adalah  “Hentikan Korupsi, Musnahkan Koruptor.”

(tiska/azza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>