buy levitra online

Ketika Mahasiswa Berbicara Mengenai Kenaikan BBM

Jakarta- Akhir-akhir ini kita sering melihat atau mendengar banyak aksi-aksi dan gerakan-gerakan dari masyarakat Indonesia yang menolak kenaikan BBM. Hal ini dipicu karena biaya hidup yang semakin tinggi dan masih banyak rakyat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan dan sekarang ditambah lagi dengan naiknya BBM. Ya, tanggal satu April nanti harga BBM akan naik. Naiknya harga BBM memang dipicu harga minyak dunia yang semakin tinggi. Tidak heran banyak masyarakat yang marah akan kenaikan BBM tersebut. Aksi yang paling menonjol adalah aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa di seluruh Indonesia, tetapi apakah hal ini yang harus dilakukan oleh para Mahasiswa untuk menunjukan penolakan kenaikan BBM? Berikut wawancara redaksi RITMA Universitas Bakrie dengan ketua BEM Universitas Bakrie, Fajar Tawakal.

Redaksi RITMA    : “ Bagaimana tanggapan Anda sebagai ketua BEM dan mahasiswa mengenai akan  diberlakukannya kebijakan kenaikan BBM?”

Ketua BEM          : “ Kenaikan BBM ini seharusnya dikaji lebih dulu. Harga minyak dunia yang untuk premium kita naik dan setiap tahunnya pemerintah menyediakan 150 triliun atau 15 persen dari APBN. Tahun kemarin saja kita menghabiskan 250 triliun untuk pasokan minyak kita. Saya pernah baca beberapa referensi kenapa pemerintah menaikan harga BBM ini. Pertama karena sasaran subsidinya tidak tepat. Kita bisa lihat masyarakat menengah keatas atau pemilik kendaraan pribadi yang bagus, mereka tidak mengambil pertamax atau bahan bakar non subsidi tetapi mereka tetap mengisi dengan premium. Sedangkan sasaran pemerintah untuk pemilik kendaraan pribadi tersebut lebih ke pertamax selain efisiensi dan memang juga premium dikhususkan untuk rakyat tidak mampu. Karena itu pemerintah pernah ingin melakukan pembatasan kuota BBM tetapi tidak ada kejelasan sampai sekarang. Kedua karena anggaran belanja pemerintah membengkak dan terakhir harga minyak dunia memang sedang naik. Diprediksi kalau harga BBM tetap, pemerintah akan menunggak lebih banyak. Memang dari kenaikan BBM ini bakal efek domino. Angka pengangguran akan bertambah dan angka kriminalitas pasti akan bertambah. Industri-industri lainnya juga akan kena imbas dari kenaikan BBM ini.”

Redaksi RITMA   : “Bagaimana menurut Anda dengan banyaknya aksi-aksi atau gerakan-gerakan dari mahasiswa yang menolak keras kenaikan BBM ini?”

Ketua BEM    : “ Mereka kan menyalurkan aspirasi dari masing-masing golongan atau kelompok. Mungkin mereka sudah megkaji dan menolak kenaikan BBM ini. Saya melihat kalau mereka yang sampai turun ke jalan melakukan aksi-aksi itu adalah hak mereka tetapi memang ada prosedur sebelum melakukan aksi-aksi tersebut. Namun sayangya sifat anarkisnya yang lebih ditonjolkan oleh mereka. Mereka melakukan itu sebenarnya agar para wakil rakyat yang berada di gedung DPR melihat kalau ada suatu gerakan yang konsen terhadap kenaikan BBM ini. Sayangnya di Indonesia ini aksi-aksi tersebut selalu berujung anarkis. Tetapi memang tidak hanya dari mahasiswa saja, ada aksi-aksi dari petani, nelayan dan masih banyak lagi pastinya.”

Redaksi RITMA   : “ Pertanyan terakhir, menurut Anda apa ada solusi dari kenaikan BBM ini dan bagaimana?”

Ketua BEM          : “ Kalau menurut saya ada solusi buat kenaikan BBM ini. Pertama pemerintah sudah pernah melakukan pembatasan BBM bersubsidi jadi bagi pengguna kendaraan pribadi bisa dialihkan ke BBM non subsidi. Kedua pemerintah juga pernah melakukan konversi BBM ke gas tetapi yang baru terlaksana yaitu bajaj dan busway mungkin kedepannya kendaraan lain bisa mengikuti. Ketiga memperbaiki kinerja produksi minyak dalam negeri. Kalau untuk pergerakan atau aksi-aksi dari mahasiswa saya piker mereka para cendikiawan alangkah lebih baiknya jika kenaikan BBM ini dikaji terlebih dahulu dan disampaikan dengan cara yang benar kepada pemerintah agar tidak terjadi lagi tindakan anarkis seperti ini.”

Memang kenaikan BBM ini akan terasa berat bagi masyarakat Indonesia terutama rakyat yang kurang mampu tetapi alangkah baiknya jika persoalan ini dapat kita kaji lebih dalam bersama para praktisi di bidang tersebut dan pemerintah agar mendapatkan solusi yang baik bagi pemerintah dan baik bagi masyarakat dan juga agar tidak terjdi lagi aksi anarkis dari gerakan-gerakan mahasiswa.

(donny)

One Response to Ketika Mahasiswa Berbicara Mengenai Kenaikan BBM

  1. Muhammad Shovie Alvian says:

    Mantaaff kak fajar .. mantaaf RITMA .. :-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>