buy levitra online

Membawa Mimpi dari Takisung

Sebagian dari kita mungkin masih asing dengan wilayah bernama Takisung. Takisung adalah sebuah desa kecil di Kecamatan Tanah Laut, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.  Tempat inilah yang membesarkan seorang Taufikkurahman. Mahasiswa program studi Ilmu Politik Universitas Bakrie asal Takisung ini datang dari Kalimantan Selatan untuk menuntut ilmu di Universitas Bakrie. Pemuda yang lahir di Takisung tanggal 25 Januari 1993 ini dikenal pendiam oleh teman-teman seprodinya, jarang berbicara merupakan image yang melekat pada dirinya. Namun dibalik itu semua banyak yang tak akan menyangka bahwa ia mempunyai kegigihan yang kuat untuk mencapai impiannya hingga datang di kampus Bakrie.

“Sebelumnya saya berniat  berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin yang bernama IAIN Banjarmasin (Institut Agama Islam Negeri) yang bertaraf nasional. Saya sudah lolos seleksi masuknya, namun tiba-tiba Universitas Bakrie berkunjung ke daerah saya serta memberikan kesempatan kami untuk menuntut ilmu di Universitas ini tentunya dengan beasiswa yang menggiurkan. Setelah tes diselenggarakan, saya melihat nama saya terdaftar dalam kelompok anak-anak yang diterima di Universitas Bakrie dengan beasiswa full. Waktu itu yang diterima dari daerah saya hanya dua orang, saya dari desa Takisung dan teman saya dari desa Plehari. Betapa beruntungnya saya mendapat kesempatan sebesar ini, menuntut ilmu di Universitas andalan di Ibu Kota,” tutur pemuda yang biasa disapa Taufik ini.

Setelah mengetahui dirinya mendapat beasiswa full di Universitas Bakrie, muncul satu hal yang menjadi pertanyaan di benaknya, biaya hidup di Jakarta. “Bagaimana dengan biaya kehidupan nanti.” Namun ia berjuang agar mimpinya tidak lepas begitu saja,  ia pun berinisiatif meminta bantuan dari PT. Arutmin. Dan akhirnya tunjangan satu juta rupiah per bulan pun berhasil ia dapatkan dari PT. Arutmin. “Namun tunjangan ini hanya berlangsung untuk tiga bulan,” tambahnya lagi.

Perjuangannya yang tak kenal putus asa untuk berkuliah di Jakarta berhasil mengantarkannya untuk memijakkan kakinya di bumi ibu kota. Taufik mengaku bahwa berkuliah di Jakarta sama sekali tidak pernah dibayangkan olehnya. Namun semangat inilah yang memacu dirinya untuk memberikan yang terbaik bagi dirinya selama berkuliah di Universitas Bakrie. “Tidak pernah terlontar di benak saya akan keberadaan saya di Jakarta. Untuk apa saya datang ke sini jika saya tidak menunjukkan kemampuan saya.  Saya jauh-jauh dari Takisung, datang ke Jakarta dengan rasa bangga dan menaruh banyak harapan.” Ujarnya bersemangat.

 Tuhan memang tidak banyak memilih orang-orang untuk mendapatkan kesempatan seperti ini. Ketika kita tidak mampu mengeluarkan materi yang kita miliki bukan berarti itu merupakan jalan buntu yang kita hadapi. Tuhan memiliki jalan lain. Dengan kemampuan yang Tuhan berikan, kita harus memanfaatkan kemampuan itu dengan maksimal untuk memanfaat sebuah kesempatan dan meraih harapan. Sosok Taufik tidak pernah membayangkan dirinya akan berada di Jakarta, Ya Jakarta yang biasa ia lihat di televisi.  Namun apa yang terjadi? Dirinya berada disini karena sebuah impian yang ia peroleh lewat Universitas Bakrie dengan kemampuan yang ia miliki dan keberanian mencoba perubahan besar.

 “Saya ingin menjadi pejabat yang mampu menangani masalah desa-desa kecil, termasuk desa saya. Saya ingin menjadikan desa saya maju di nasional, dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan berbagai prestasi yang dimiliki desa Takisung. Selain jadi pejabat saya juga memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha, memiliki tanah dimana-mana yang bisa saya manfaatkan untuk keluarga saya dan masyarakat Takisung.” Ucap Taufik dengan antusias dan penuh harapan.

(cp indraz/zaldy/dani)

2 Responses to Membawa Mimpi dari Takisung

  1. Aulia says:

    kok gk ada layanan ukar linknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>