buy levitra online

Tag Archives: Bedah film

Sadar Pangan Lewat “Food Film for Future”

Bapak Tejo Wahyu Jatmiko sedang menyampaikan materi (Doc. RITMA.news)

JAKARTA, RITMA.news – Tujuannya sangat mulia, yaitu untuk membuka mata kita terhadap masalah besar yang kita anggap sepele, sesuatu yang kita kenal dengan nama pangan. Untuk itulah roadshow “Food Film for Future diadakan, dan tepat pada tanggal 21 Maret 2012 giliran Universitas Bakrie yang kedatangan roadshow ini.

Kegiatan Roadshow FFF (Food Film for the Future) akhirnya sampai ke Universitas Bakrie dan berlangsung pada tanggal 21 Maret 2012 di ruang 9. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Departemen Pendidikan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Bakrie  dan Aliansi Desa Sejahtera. “Mengajak orang untuk mengingat kondisi pangan dan memahami pengaruh tindakan kita terhadap kondisi pangan,” ungkap bapak  Tejo Wahyu Jatmiko selaku koordinator Aliansi Desa Sejahtera, ketika menjelaskan tujuan diadakannya roadshow ini.

Aksi ini dilakukan sebagai respon dari kondisi pangan yang semakin memburuk. Ironisnya hal ini jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Oleh karena itu, Departemen Pendidikan BEM UB mengadakan kegiatan ini sebagai wujud nyata dari program Awareness Event yang memang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran kita, akan masalah-masalah kecil yang tidak kita sadari. Sesuai dengan namanya, Kegiatan ini berisi pengkomunikasian isu-isu pangan yang ditunjukkan lewat 4 buah film dan dilanjutkan dengan bedah film serta diskusi isu-isu pangan.

Empat buah film yang ditampilkan adalah Nelayan Bagan, Pabrik Dodol, Food and You dan Bisa Dewek. Nelayan Bagan adalah film dokumenter yang mengisahkan Bapak Sabari yang telah bertahun-tahun menjadi nelayan dan merasakan terjadinya perubahan dalam hasil tangkapan ikannya yang semakin menurun yang diakibatkan oleh penangkap-penangkap ikan yang tidak bertanggungjawab yang menggunakan cara yang kotor untuk mendapatkan ikan. Film berikutnya adalah Pabrik Dodol yang menampilkan perbedaan proses pembuatan dodol secara tradisional dan modern, dimana cara tradisional memerlukan biaya produksi yang lebih mahal namun tetap kalah bersaing bahkan terancam mati usahanya oleh keberadaan pabrik dodol modern. Film ketiga adalah Food and You yang merupakan film animasi yang mengisahkan tentang sistem produksi pangan yang salah yang diakibatkan pola makan kita sendiri yang mengancam terjadinya kelangkaan makanan di masa depan dan hal ini harus diubah oleh kita sendiri. Film yang terakhir adalah Bisa Dewek yang mengisahkan para petani dari kecamatan Kroya, Indramayu yang berjuang untuk meningkatkan hasil produksi mereka melalui pembuatan varietas padi yang baru, supaya mereka tidak perlu bergantung pada benih yang diberikan pemerintah yang mahal yang ironisnya dipersulit oleh pemerintah sendiri.

Acara FFF ini berlangsung dengan sangat menarik. “Membuka mindset kita tentang kondisi pangan yang sedang terjadi” kata Dimas Haryo, salah seorang mahasiswa jurusan Management 2009 UB yang menghadiri acara ini. Roadshow yang berlangsung dari tanggal 17 Maret sampai 24 Maret 2012 ini juga diadakan di IPB, UIN, dan toko-toko di Bandung. Tidak hanya roadshow, pada hari Jumat sampai hari Minggu akan diadakan Festival Desa di Bumi Perkemahan Ragunan.

(Abram)