buy levitra online

Tag Archives: HMILKOM

Media Club UB, Ringan Tapi Jangan Anggap Enteng!

Launching Media Club Universitas Bakrie

Launching Media Club Universitas Bakrie

Senin (22/10) – Sore hari sekitar pukul 16.30 WIB, Universitas Bakrie dikejutkan oleh pemandangan yang tidak biasa. Koridor utama Universitas Bakrie dihiasi dengan kain-kain hitam menutupi cermin, lengkap dengan dua buah kamera televisi berjejer di sisi-sisinya dan dua orang di depan kamera yang dengan kompak memandu sebuah acara. Apakah dua stasiun televisi sedarah sedang mengadakan liputan di kampus? Jawabannya tidak. Pemandangan tersebut adalah bagian dari dekorasi acara launching Media Club Universitas Bakrie.

“Soul Of Ilkom”, Semarak Open House Ala Ilmu Komunikasi

 Mahasiswa baru artinya keluarga baru, Open House HMILKOM siap merangkul mereka.

Menyusul video teaser yang ditampilkan di TV kampus beberapa hari ini, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HMILKOM) Universitas Bakrie mengadakan Open House pada Jumat, 21 September 2012 pada pukul 18.30 di ruang 1 dan 2. Acara ini berjalan dengan sangat meriah dan spektakuler. Hal ini terlihat dari jumlah dan antusiasme para hadirin.

Ketua Himpunan Ilmu Komunikasi 2012/2013

Pemilihan Umum (PEMILU) untuk menentukan ketua Himpunan-himpunan dari seluruh prodi di Universitas Bakrie belum lama ini selesai. Kegiatan yang dimulai pada Senin 21 Mei 2012 dan berlangsung selama dua hari tersebut mendapat antusias yang cukup besar dari seluruh mahasiswa-mahasiswi dari seluruh angkatan Universitas Bakrie. PEMILU kali ini diikuti dari enam prodi, yaitu Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Menejemen, Sistem Informasi, Teknik Industri dan Teknik Informatika. Sedangkan dari prodi Ilmu Politik tidak ikut serta dalam acara ini.

Di hari kedua acara ini, panitia pelaksanaan langsung melanjutkan tahapan selanjutnya yaitu menghitung suara dan menentukan siapa yang menjadi ketua dan wakil Himpunan tahun jabatan 2012/2013. Dari prodi Ilmu Komunikasi yang terpilih adalah Tia Putri Damayanti, 19 tahun, sebagai ketua dan Annisa Kiranasari, 19 tahun, sebagai wakilnya. Tia Putri yang lahir di Tangerang 1 Januari 1993, memiliki harapan untuk bisa lebih mengenal keadaan masing-masing departemen yang menjadi wadah dalam bidang akademik maupun kreatifitas untuk keluarga besar HMILKOM. “HM sebelumnya sudah baik karena sebagai pemula atau pendiri HMILKOM, namun mungkin seiring berjalannya waktu, koordinasi dengan internal dan eksternal kurang tercapai dengan baik,” ujarnya.

Tia dan Sasha memang diharapkan bisa membawa perubahan yang lebih baik dari pengurus sebelumnya. Ahmad Wildan, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi, juga memiliki harapan serupa. “Harapan saya tentunya ketua himpunan yang baru bisa lebih baik dari himpunan sebelumnya. Semoga proker bisa direncanakan lebih baik dan dapat dijalankan semua,” ujar Wildan.

Sementara itu, dari calon ketua dan wakil yang menjadi rival mereka dalam PEMILU, yaitu Olivia Ersafitri, memiliki harapan kepada calon yang terpilih agar bisa lebih semangat dalam menjalankan kewajibannya  dan harus  tetap tenang selama menjalankan masa jabatannya.

“Harapan saya, ketua yang baru bisa tetap semangat dalam menjalankan fungsi dan kewajibannya. Bagimana pun kondisinya ia harus bisa tetap tenang, semangat dan berusaha untuk keputusan yang baik bagi semua,” ujarnya.

Olivia juga tidak merasa kecewa karena gagal terpilih dalam ajang tersebut. Ia mengatakan bahwa apapun hasilnya itulah yang terbaik. “Hasil dari terpilihnya HM tersebut merupakan hasil suara dari seluruh mahasiswa ilkom jadi itu hasil yang terbaik dan dapat diterima dengan baik juga,” ujar Marseila.  Ia juga menaruh harapan yang baik kepada ketua yang baru yaitu agar dapat memberikan kemajuan dan konstribusi terbaiknya untuk HMILKOM, mampu bekerjasama dengan baik dengan para kadep serta para staff, memiliki tanggung jawab besar  dan bersama membuat proker yang dapat memajukan HMILKOM.

Memang semua pihak dari mahasiswa-mahasiswi maupun pengurus Himpunan Ilmu Komunikasi  memiliki suatu harapan yang baik. Namun, apabila ingin mencapai sesuatu yang maksimal, diperlukan semangat dan kerjasama yang baik di dalam menjalankan pekerjaan. (Azusah)

 

Mendekatkan New Media pada Mahasiswa Universitas Bakrie

22 Desember 2011, HMILKOM atau Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi bekerja sama dengan VIVAnews mengadakan seminar COMMUNICAREER  untuk mahasiswa Universitas Bakrie 2011. COMMUNICAREER merupakan rangkaian seminar sosialisasi peminatan penjurusan mahasiswa ilmu komunikasi pada semester 3 nanti. Dalam acara yang bertemakan “Konvergensi Media, Wajah Baru Jurnalistik” ini, hadir sejumlah mahasiswa jurusan komunikasi 2010 serta mahasiswa komunikasi 2011 yang akan memilih peminatan nantinya.

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam ini membahas era new media serta bagaimana konvergensi media sangat mempengaruhi tata kehidupan masyarakat. “Saat ini telah terjadi perubahan pola perilaku masyarakat dari media cetak menuju media online.”  ujar Suwarjono (managing editor Vivanews) selaku pembicara dalam seminar.

Konvergensi media secara tak langsung telah menciptakan pola kehidupan baru bagi masyarakat, jika pada mulanya masyarakat mendapat informasi dari koran dan majalah, maka pada zaman sekarang ini masyarakat dapat memperoleh informasi dengan lebih fleksibel lagi, melalui televisi, internet dan ponsel. Akhir-akhir ini, yang paling gencar-gencarnya mempengaruhi masyarakat adalah internet.

Fakta membuktikan bahwa Indonesia merupakan pemakai internet 5 besar se Asia serta merupakan pengguna situs jejaring sosial Facebook terbesar kedua setelah Amerika Serikat.
New media berkembang sangat pesat dikarenakan oleh beberapa alasan:
1. Tarifnya semakin murah
2. Jaringan global
3. Teknologi mampu menampilkan semua jenis informasi
4. Bisnis media online mulai tumbuh.

Hal ini mengakibatkan revenue dari layanan telepon serta sms semakin lama semakin berpindah ke media internet, karena internet merupakan ruang dan tempat yang mengandung informasi yang tak terbatas. Menurut Suwarjono, hal dasar yang harus dimiliki seorang jurnalis dalam menghadapi perilaku masyarakat yang dinamis ini adalah memiliki rasa ingin mengantisipasi segala perubahan yang ada seperti isu dan teknologi yang berkembang. Tak lupa, jurnalis harus memiliki kreatifitas tinggi dalam melakukan inovasi, karena media didorong untuk terus meningkatkan daya tariknya. Oleh karena itu, seorang jurnalis dituntut untuk jeli terhadap selera masyarakat, dengan memperhatikan new media yang akan terus berkembang. (cp fitri/lutfhi/itop)