buy levitra online

Tag Archives: HMM_UB

Aspiration Day sebagai Jembatan Mahasiswa Beraspirasi

Jakarta (19/10) Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Bakrie (HMM UB) selenggarakan acara Aspiration Day. Acara yang bertujuan menampung dan menjembatani aspirasi mahasiswa kepada pihak kampus tersebut dilaksanakan di Universitas Bakrie, Jakarta Selatan.

Sejak pukul 16.00 WIB, puluhan mahasiswa baik dari prodi manajemen maupun prodi lain mulai memadati  ruang 1-2, Universitas Bakrie, Jakarta. Turut diundang pula ketua program studi manajemen, Deddy Herdiansjah, Ir., M.Sc, M.B.A, Ph.D dan beberapa kepala biro pelaksana administrasi seperti kepala biro administrasi akademik, kepala biro administrasi kemahasiswaan serta kepala biro humas dan pemasaran sebagai narasumber dalam acara tersebut.

ODIMA Bukan Hanya Sekedar “OSPEK”

“Namun proses penanaman nilai-nilai prodi Manajemen Universitas Bakrie”

Sabtu (22/9), Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Bakrie (HMM-UB) mengadakan Orientasi Program Studi Manajemen (ODIMA) bagi mahasiswa baru (Maba) Program Studi Manajemen Universitas Bakrie angkatan 2012. ODIMA merupakan salah satu program kerja Departemen Sumber Daya Mahasiswa HMM-UB yang bertujuan untuk mengenalkan lebih jauh mengenai program studi manajemen dan menanamkan nilai-nilai program studi manajemen kepada mahasiswa baru manajemen Universitas Bakrie.

“Karena Siapapun Memiliki Kesempatan Untuk Menjadi Pemimpin”

Mahasiswa adalah agen pembangunan—Dwi Prabowo Notoasih (Wakil Ketua HMM-UB 2012/2013)

Pemilu Ketua-Wakil Ketua HMPS yang dilakukan pada 21 Mei 2012 lalu menyatakan bahwa Adityanata Nugraha (18) dan Dwi Prabowo Notoasih (18) memenangkan suara untuk maju sebagai Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Universitas Bakrie. Mereka terpilih setelah melalui beberapa tahapan kaderisasi yang dilakukan oleh HMM periode sebelumnya. “Ya, jadi setelah melewati beberapa tahap, saya dan Bowo (panggilan akrab Dwi Prabowo Notoasih, red) berhasil memperoleh poin A. Nah, kemudian saya menggandeng Bowo untuk maju sebagai calon Ketua dan Wakil Ketua HMM,” cerita Adit, panggilan akrab Adityanata kepada RITMA Kamis (31/5).

Adit memiliki alasan tersendiri untuk memilih Bowo sebagai wakilnya di kepemimpinan HMM. “Ya, saya menggandeng Bowo untuk maju bersama saya karena ia memiliki pemikiran yang baik dan cerdas terhadap cara kepemimpinan bagi HMM ini,” ujar Adit. Bowo sendiri mengaku mantap untuk maju menjadi pemimpin HMM bersama Adit karena ia memiliki pendapat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mampu mengubah orang lain. “Salah satu caranya adalah dengan menjadi pemimpin. Untuk saat ini, menjadi pemimpin organisasi kemahasiswaan bisa menjadi salah satu cara. Nantinya, bisa saja kita menjadi pemimpin negara untuk bisa memperbaiki dan mengubah hidup orang lain menjadi lebih baik,” tegas Bowo.

Ketika ditanya tentang pendapat mereka terhadap kepengurusan HMM periode sebelumnya, Adit dan Bowo memiliki pendapat yang senada. “Kepengurusan tahun lalu sudah bagus, kok. Saya tidak bisa mengatakan bahwa kepengurusan HMM periode sebelumnya buruk atau apa, karena saya tidak terlibat langsung,” tukas Bowo seraya tersenyum simpul. “Ya, kalaupun ada kekurangan, mungkin jika ada event yang diadakan HMM, ada beberapa kendala teknis. Tapi itu hal yang wajar,” tambah Adit menimpali.

Baik Adit maupun Bowo berharap dapat membawa HMM periode 2012/2013 menjadi lebih baik lagi. “Untuk apa saja yang akan kami lakukan selama satu tahun ke depan, saya belum bisa bilang, karena kami baru satu sekali melakukan rapat besar. Tapi yang pasti, kami akan mencoba untuk merangkul seluruh mahasiswa manajemen agar rasa kekeluargaan menjadi lebih kental,” ujar Adit. “Kami akan berusaha agar keluarga besar mahasiswa manajemen dapat merasakan manfaat dari HMM itu sendiri,” tambah Bowo menutup pembicaraan.

Bagaimana pendapat dari ‘rival’?

Nyoman Wati dan Maria Meyliana, pasangan kandidat calon ketua HMM-UB periode 2012/2013 yang lain memiliki pendapat tersendiri mengenai terpilihnya Adit dan Bowo menjadi ketua dan wakil ketua HMM. “Ya, mereka memang memiliki kompetensi untuk menjadi pemimpin,” ujar Maria. “Meskipun pada awalnya juga merasa kecewa karena tidak terpilih, tetapi ini adalah kompetisi dan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Tidak masalah sebenarnya,” ujar Nyoman menimpali.

Walaupun begitu, keduanya juga mengatakan bahwa sebenarnya mereka tidak bisa menilai Adit dan Bowo dari sudut pandang mereka secara penuh. “Yang nanti akan menilai kan mahasiswa manajemen sendiri,” ujar Nyoman.

Yang pasti, mereka berharap bahwa Adit dan Bowo bisa memimpin HMM-UB dengan baik. “Semoga Adit dan Bowo bisa menjadi pemimpin yang amanah dan dapat dipercaya, sehingga membawa HMM-UB menjadi lebih baik lagi,” tutup Maria seraya tersenyum. (Fauziah)