buy levitra online

Tag Archives: jurnalistik universitas bakrie

Liga Merah Maroon Closing Ceremony : On Fire!!!

Rangkaian Acara Liga Merah Maroon Universitas Bakrie

Rangkaian Acara Liga Merah Maroon Universitas Bakrie (sumber: bakrie.ac.id)

Jakarta 26/01/14 – Liga Merah Maroon dengan tema “The Reborn of Indonesian Youth Spirit” dan tagline “On Fire!”  telah sukses diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bakrie (BEM UB) periode 2013/ 2014 sebagai acara eksternal olahraga pertama BEM Universitas Bakrie. Liga Merah Maroon 2014 mengangkat tema “The Reborn of Indonesian Youth Spirit” yang secara harfiah berarti kebangkitan semangat pemuda / pemudi Indonesia. Kegiatan ini berbentuk kompetisi olahraga yang ditujukan kepada mahasiswa dan pelajar se – DKI Jakarta dan Jawa Barat sebagai bagian untuk memberikan ruang ekspresi dan pengembangan diri generasi muda.  Acara olahraga ini berlangsung selama 6 hari, terhitung mulai 18 – 23 Januari 2014 dan diikuti oleh total 105 tim dari 22 Universitas dan 22 SMA/ sederajat se – DKI Jakarta.  Tiga cabang olahraga yang diperlombakan untuk tingkat Universitas yaitu Basket Putra / Putri, Bulu Tangkis Ganda Putra/Tunggal Putra/Ganda Campuran, dan Mini Soccer. Sedangkan untuk tingkat SMA ada perlombaan Saman dan Modern Dance.

Berburu Kudapan Manis Khas Kalimantan Selatan di Pasar Wadai

 

Menunggu saat berbuka puasa kurang lengkap rasanya bila tidak ngabuburit, atau berjalan-jalan dan melakukan aktivitas untuk menunggu waktu berbuka puasa. Banyak hal yang bisa dilakukan saat ngabuburit, bisa memasak, membaca buku, jalan-jalan, dan juga yang paling mengasyikkan—jajan-jajan. Di Kotabaru, Kalimantan Selatan, ada spot untuk ngabuburit sambil jajan-jajan yang bernama Pasar Wadai, atau dalam bahasa Indonesia berarti Pasar Kue.

Seperti namanya, pasar yang didirikan di halaman pasar Limbur Raya, Kotabaru ini menjajakan berbagai macam kue yang nikmat disantap saat berbuka puasa. Meskipun juga menjual beraneka macam lauk dan minuman, Pasar Wadai menyediakan beberapa macam kue khas Kalimantan Selatan yang hanya dapat dengan mudah ditemukan di bulan Ramadhan.

Yang pertama adalah amparan tatak. Amparan tatak terbuat dari campuran tepung beras dan santan yang diisi dengan potongan pisang raja. Biasanya, kue ini disajikan dengan cara dipotong-potong. Rasa manisnya yang legit membuat kue ini menjadi salah satu kue yang digemari oleh masyarakat. “Dibandingkan jajanan lainnya, amparan tatak relatif lebih laku,” ujar Isnah, salah satu penjual amparan tatak. Amparan tatak buatannya dijual Rp5.000,00 per potongnya.

Selain amparan tatak, ada pula bingka kentang. Makanan yang legit dan manis ini biasanya dicetak dengan bentuk bunga. Terbuat dari campuran telur, santan, dan kentang, kue ini cukup digemari pula oleh masyarakat Kotabaru. Hanya saja, dibandingkan dengan amparan tatak, bingka kentang cukup mudah didapatkan di pasar tradisional di luar bulan Ramadhan. Harganya pun relative terjangkau, sekitar 10-15 ribu per buah.

Tak hanya amparan tatak dan bingka kentang, satu lagi kudapan manis khas Banua adalah bingka barandam. Kue ini biasa disajikan dengan kuah manis yang akan semakin nikmat jika disajikan dingin. Rasanya yang manis dan lembut dilidah menjadikan bingka barandam menjadi alternatif sajian takjil untuk berbuka puasa. Dengan harga sekitar Rp 2.000/buah, bingka barandam menjadi penyegar yang pas saat berbuka puasa.

Pasar Wadai yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata ini selain menjadi tempat ngabuburit dan jajan-jajan oleh masyarakat Kotabaru, juga menjadi salah satu cara untuk tetap melestarikan jajanan-jajanan khas Kalimantan Selatan.(fauziah)

Kue Amparan Tatak

Kue Amparan Tatak (doc RITMA UKMa Jurnalistik Universitas Bakrie)

Kue Bingka Kentang

Kue Bingka Kentang (doc. RITMA UKMa Jurnalistik Universitas Bakrie)

Kue Bingka Barandam

Kue Bingka Barandam (doc. RITMA UKMa Jurnalistik Universitas Bakrie)