buy levitra online

Tag Archives: Seminar

Mimpi dan Character Buiding

Lucky Bagus Septiyo dan Eryk Budi Pratama saat memaparkan seminar tentang Mimpi dan Character Building pada UB's Week (28/8)

Lucky Bagus Septiyo dan Eryk Budi Pratama saat memaparkan seminar tentang Mimpi dan Character Building pada UB’s Week (28/8)

Jakarta (28/8)–Setelah sesi pertama mengenai culture shock oleh Ibu Indah Soekotjo, Dosen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie, panitia UB’s Week mengemas seminar sesi kedua dalam bentuk talkshow. Talkshow yang dibawakan oleh Lucky Bagus Septyo, alumni Universitas Bakrie jurusan akuntansi 2009 dan Eryk Budi Pratama, mahasiswa Universitas Bakrie jurusan Teknik Informatika 2010 tersebut memotivasi para mahasiswa baru melalui bahasan mimpi dan character building. Kedua pembicara merupakan mahasiswa yang sama-sama memiliki berbagai macam prestasi, baik dibidang akademik maupun nonakademik.

Universitas Bakrie Mengadakan Workshop bagi Guru BK se-Jabodetabek

Workshop Pengembangan Konselor / BK Di Dalam Pelayanan Nuansa Konseling di Sekolah Kurikulum 2013

Workshop Pengembangan Konselor / BK Di Dalam Pelayanan Nuansa Konseling di Sekolah Kurikulum 2013

 

Selasa (11/12) Guru – guru bimbingan konseling (BK) se–Jabodetabek mengunjungi Universitas Bakrie dalam rangka menghadiri “Workshop Pengembangan Konselor / BK Di Dalam Pelayanan Nuansa Konseling di Sekolah Kurikulum 2013”.

Pukul 08.00 WIB ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie, dipadati oleh puluhan guru BK se–Jabodetabek yang menghadiri “Workshop Pengembangan Konselor / BK Di Dalam Pelayanan Nuansa Konseling di Sekolah Kurikulum 2013”. Acara ini berlangsung dari pukul 08.00 – 16.00 WIB, dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Kuliah Di Luar Negeri? Uang Bukan Halangan!

Mahasiswa/i UB sedang berkonsultasi di salah satu stand Scholarships Day (RITMA.news)

Jakarta, RITMA.news – Universitas Bakrie kembali menghadirkan program yang sangat bermanfaat bagi mahasiswanya. Kali ini UB menggelar Scholarship Day yang berlangsung pada  hari Selasa, 20 Maret 2012. Acara yang berlangsung di Ruang 1 Universitas Bakrie ini merupakan kerjasama dengan beberapa institusi diantaranya, English First (EF) Kuningan, Institute Francais, Indonesia International Education Foundation  dan beberapa institusi lainnya.

 

Terdapat tujuh sesi terpisah dari masing-masing instansi yang ambil bagian. Dibuka pada sekitar pukul 08.30 WIB, acara pertama diisi oleh materi dari English First (EF) Kuningan. Kemudian, materi mengenai kuliah di Perancis diberikan oleh Institute Francais. Sesi ketiga diisi oleh materi dari Indonesia International Foundation (IIEF), lalu disusul berturut-turut oleh Nuffic NESO, AMINEF, London of School Commerce dan ada juga pembekalan dari Bakrie Center Foundation (BCF).

Tujuan dari acara ini sendiri adalah untuk memberi informasi kepada mahasiswa yang berniat untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Acara ini juga diharapkan bisa memberikan wawasan bahwa belajar di luar negeri tidak perlu terhalang oleh biaya, karena terdapat banyak beasiswa yang bisa didapatkan oleh mahasiswa yang berminat.

Berbagai tanggapan dari mahasiswa UB yang hadir di acara ini. Salah satunya komentar Aprilia Mega yang menghadiri seminar oleh Nuffic NESO dan juga pembekalan dari BCF. “Great! Keren banget tambah ilmu aja. Ternyata kuliah di luar itu cukup menantang” ujarnya. Walaupun dirinya masih berada di semester dua saat ini, menurutnya informasi-informasi mengenai beasiswa semacam ini perlu ada sejak dini guna mempersiapkan diri lebih baik.

Berbeda dengan April, Ariadne Megumi dari jurusan Ilmu Komunikasi 2011 mengungkapkan sedikit kurang puas dengan acara ini karena tempat yang disediakan terbatas untuk sesi seminar maupun stand yang ada di luar ruangan seminar. Begitu juga instansi yang ambil bagian dalam acara ini. Menurutnya, info yang didapatkan dari instansi yang ikut dalam acara tersebut belum bisa memberikan penjelasan mendalam mengenai beasiswa luar negeri terutama informasi teknis seperti cara mendapatkan beasiswa dan juga cara-cara mendaftar.

Secara keseluruhan, acara ini sendiri disambut dengan cukup antusias oleh mahasiswa UB. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang ikut dalam setiap sesi seminar maupun yang menanyakan informasi langsung ke stand-stand yang ada di luar ruang seminar.

(Azza)

Mendekatkan New Media pada Mahasiswa Universitas Bakrie

22 Desember 2011, HMILKOM atau Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi bekerja sama dengan VIVAnews mengadakan seminar COMMUNICAREER  untuk mahasiswa Universitas Bakrie 2011. COMMUNICAREER merupakan rangkaian seminar sosialisasi peminatan penjurusan mahasiswa ilmu komunikasi pada semester 3 nanti. Dalam acara yang bertemakan “Konvergensi Media, Wajah Baru Jurnalistik” ini, hadir sejumlah mahasiswa jurusan komunikasi 2010 serta mahasiswa komunikasi 2011 yang akan memilih peminatan nantinya.

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam ini membahas era new media serta bagaimana konvergensi media sangat mempengaruhi tata kehidupan masyarakat. “Saat ini telah terjadi perubahan pola perilaku masyarakat dari media cetak menuju media online.”  ujar Suwarjono (managing editor Vivanews) selaku pembicara dalam seminar.

Konvergensi media secara tak langsung telah menciptakan pola kehidupan baru bagi masyarakat, jika pada mulanya masyarakat mendapat informasi dari koran dan majalah, maka pada zaman sekarang ini masyarakat dapat memperoleh informasi dengan lebih fleksibel lagi, melalui televisi, internet dan ponsel. Akhir-akhir ini, yang paling gencar-gencarnya mempengaruhi masyarakat adalah internet.

Fakta membuktikan bahwa Indonesia merupakan pemakai internet 5 besar se Asia serta merupakan pengguna situs jejaring sosial Facebook terbesar kedua setelah Amerika Serikat.
New media berkembang sangat pesat dikarenakan oleh beberapa alasan:
1. Tarifnya semakin murah
2. Jaringan global
3. Teknologi mampu menampilkan semua jenis informasi
4. Bisnis media online mulai tumbuh.

Hal ini mengakibatkan revenue dari layanan telepon serta sms semakin lama semakin berpindah ke media internet, karena internet merupakan ruang dan tempat yang mengandung informasi yang tak terbatas. Menurut Suwarjono, hal dasar yang harus dimiliki seorang jurnalis dalam menghadapi perilaku masyarakat yang dinamis ini adalah memiliki rasa ingin mengantisipasi segala perubahan yang ada seperti isu dan teknologi yang berkembang. Tak lupa, jurnalis harus memiliki kreatifitas tinggi dalam melakukan inovasi, karena media didorong untuk terus meningkatkan daya tariknya. Oleh karena itu, seorang jurnalis dituntut untuk jeli terhadap selera masyarakat, dengan memperhatikan new media yang akan terus berkembang. (cp fitri/lutfhi/itop)